Kapuskesad: Orang Tanpa Gejala yang Kontak dengan Pasien Corona Dipantau

Nur Azizah Rizki Astuti, Tiara Aliya Azzahra - detikNews
Minggu, 22 Mar 2020 10:29 WIB
Para penumpang MRT Jakarta menggunakan moda transportasi umum tersebut dengan menjaga jarak sosial dari tanda silang yang dibuat oleh pengelola, di Jakarta, Jumat (20/3/2020). MRT Jakarta membuat tanda silang sebagai kursi yang tidak perlu diduduki di kursi kereta atau di peron ruang tunggu untuk membuat jarak sosial (social distancing) seperti yang disarankan pemerintah. Social Distancing untuk mencegah penyebaran virus Corona.
Ilustrasi social distancing demi mencegah penyebaran COVID-19. (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Kepala Pusat Kesehatan Angkatan Darat Mayjen TNI dr Tugas Ratmono menekankan pentingnya pengendalian terhadap orang tanpa gejala (OTG) virus Corona (COVID-19). Pengendalian itu dinilai penting agar OTG tidak lantas merasa tenang dan terbebas dari Corona.

"Pengendalian orang tanpa gejala ini sangat penting dilakukan dari seluruh komponen, dari seluruh pihak, supaya orang tanpa gejala tidak dianggap tenang-tenang dan harus diketahui dengan baik," kata Tugas dalam konferensi pers di Grha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Minggu (22/3/2020).

Menurut Tugas, orang tanpa gejala bisa saja merasa sehat. Namun, jika diketahui ada riwayat kontak dengan pasien positif COVID-19, orang tersebut bisa berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Jika menunjukkan gejala Corona, orang tersebut harus menjalani karantina sesuai dengan prosedur.

"Sebenarnya kita mengenali bahwa ada yang dikelompokkan dalam klaster orang sehat, OTG mungkin sehat, tapi mungkin juga terpapar oleh COVID-19. Setelah diketahui ada kontak erat dengan COVID-19 kemudian positif, mungkin masih tanpa gejala, ini juga dalam pemantauan atau ODP," jelas Tugas.

"Dan kalau sudah mulai gejala ini, harus mendatangi fasilitas kesehatan dan harus ditentukan apakah ini cukup dilakukan pemantauan dalam karantina yang disiapkan atau memang harus dirawat di rumah sakit," imbuhnya.

Menurut Tugas, semua orang harus memahami bahwa COVID-19 berbahaya. Tugas meminta semua pihak tetap menjaga jarak atau social distancing untuk mencegah virus ini menyebar.

"Di dalam mencegah atau menanggulangi orang tanpa gejala ini, sangat penting atau dipahami bersama, artinya semua orang harus menganggap bahwa COVID-19 adalah bahaya. Kedua, semua orang harus disiplin dalam mengendalikan diri atau karantina sendiri atau di rumah, melakukan social distancing," sebut Tugas.

(azr/gbr)