Puluhan Burung Gereja Dilepas Demonstran Munir
Kamis, 08 Des 2005 16:16 WIB
Jakarta - Sebagai simbol melepaskan keterkungkungan, 200-an aktivis Komite Aksi Solidaritas untuk Munir melepas puluhan burung gereja dari dalam sangkar. Ciit..ciit..cuuiit!Aksi yang digelar ini bertepatan dengan hari ulang tahun ke-40 aktivis HAM yang tewas dibunuh dengan cara diracun itu.Setelah menggelar aksinya di Istana Merdeka, kini Mabes Polri yang mendapat giliran. Demonstran tiba di markas yang berlokasi di Jl Trunojoyo, Jakarta, itu sekitar pukul 14.30 WIB, Kamis (8/12/2005).Jika jumlah demonstran saat di Istana Merdeka sekitar 1.000 orang, begitu di Mabes Polri jumlahnya susut drastis. Meski begitu, mereka tetap tampak bersemangat.Setibanya di depan pintu gerbang Mabes Polri, massa pun merapatkan barisan. Salah seorang demonstran terlihat membawa sangkar yang berisi puluhan burung gereja. Sangkar dibuka dan satu per satu burung mungil itu pun terbang tinggi."Ini lambang melepaskan keterkungkungan kebebasan di Indonesia," teriak salah seorang orator yang langsung disambut tepuk tangan meriah para demonstran yang kompak mengenakan kaos warna putih dan merah dengan tulisan "Berjuang untuk Keadilan".Koordinator aksi Edwin Partogi meminta Kapolri Jenderal Pol Sutanto mengusut tuntas kasus Munir dan merealisasikan rekomendasi TPF, yaitu adanya fakta pejabat negara terlibat dalam kasus pembunuhan Munir. "Kami kecewa atas penyelidikan Polri yang tidak membawa perkembangan. Kami minta dalang pembunuhan Munir ditangkap dan diadili," ujar Edwin.Turut bergabung dalam aksi Komite Aksi Solidaritas untuk Munir ini adalah Kontras, Imparial, Walhi, Paguyuban Mei, Bojong TPST, Ciliwung Merdeka, petani Batang, LMND, dan GMNI UKI.Sekitar 30-an polisi menjaga jalannya aksi damai tersebut. Arus lintas di sepanjang Jalan Trunojoyo pun padat merayap. Rencananya massa akan membubarkan diri dengan tertib pukul 16.00 WIB.
(aan/)











































