Bumbu & Koki Ransum Jamaah Haji 'Diimpor' dari Indonesia

Info Haji

Bumbu & Koki Ransum Jamaah Haji 'Diimpor' dari Indonesia

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 15:48 WIB
Madinah - Masalah krusial dalam pelayanan jamaah haji selama di Arab Saudi selain pemondokan, adalah katering makanan. Selama di Madinah, jamaah haji Indonesia akan disediakan makanan sebanyak dua kali, yaitu siang dan malam. Untuk keperluan katering makanan ini, bumbu pun diangkut dari Indonesia. Untuk menambah kualitas ibadah, jamaah haji tidak hanya melakukan ibadah haji di Kota Suci Makkah. Namun, para jamaah juga akan menginap di Kota Suci Madinah selama 8 hari untuk melakukan ziarah, salat arbain (salat 40 waktu) dan ibadah-ibadah lain di Masjid Nabawi. Selama di Madinah, jamaah akan diinapkan di pemondokan-pemondokan yang telah disediakan oleh Teknis Urusan Haji (TUH) Daerah Kerja (Daker) Madinah. Selama delapan hari itu, para jamaah juga akan disiapkan katering makanan dua kali setiap hari, setiap siang dan malam. "Pemberian katering makanan dua kali ini sudah sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan pemerintah dan DPR. Setiap satu kali makanan dihargai 7 riyal," kata Kepala Daker Madinah, Ahmad Kartono, Rabu (7/11/2005) malam waktu setempat seperti dilaporkan reporter detikcom Arifin Asydhad langsung dari Madinah. Meski dengan harga yang cukup minim ini, makanan yang dipesan sudah meliputi standar makanan yang layak seperti ada nasi, lauk pauk, dan sayur-mayur. "Kita telah meminta perusahaan katering untuk mengubah menu sayur-mayur setiap hari. Jangan sampai buncis terus," kata Kartono. Terkait dengan pemesanan makanan berat ini, Daker Madinah telah melakukan kontrak dengan 9 perusahaan katering yang ada di kota Madinah. Perusahaan katering ini antara lain Alhamra Catering, Al Andalus Catering, dan Alumudi Catering. "Ketentuan di Arab Saudi, setiap penyediaan terhadap jamaah haji harus dilakukan dengan perusahaan yang dimiliki orang Arab. Kita menuruti aturan itu. Tapi, kita akan pantau terus, apakah mereka memenuhi ketentuan yang telah disepakati atau tidak," kata Kartono. Menu makanan yang disediakan adalah makanan khas Indonesia. Tinjau KateringRabu (7/12/2005) sekitar pukul 23.00 waktu Madinah (sekitar pukul 03.00 WIB hari Kamis), Kepala Teknis Urusan Haji (TUH) Nur Samad meninjau salah satu perusahaan katering, Alhamra Catering. Dalam peninjauan itu, Nur Somad meninjau ruang pemasakan, ruang pengepakan, ruang penyimpanan, dan sebagainya. Hingga peninjauan usai, Nur Samad tidak komplain apa pun. Koko Sahladi, salah seorang pemimpin Alhamra Catering menyatakan, pihaknya sudah siap untuk menyiapkan makanan bagi jamaah haji Indonesia. Menurut dia, semua makanan yang akan disiapkan untuk jamaah adalah masakan Indonesia. "Karena itu, kita sudah membawa bumbu-bumbu asal Indonesia," kata Koko sambil memperlihatkan tumpukan karung yang berisi merica, bawah putih, bawah merah, kemiri, dan lain-lain. Selain itu, Koko juga membawa koki khusus dari Indonesia. "Jumlah karyawan saya 80 orang dan 65 orang di antaranya berasal dari Indonesia," jelas dia. Rencananya, jamaah haji Indonesia akan mulai berdatangan ke Arab Saudi pada hari ini, Kamis (8/12/2005). Sebagian jamaah akan mendarat di Bandara Amir bin Abdul Aziz Madinah dan sebagian lagi mendarat di Bandara King Abdul Aziz Jeddah. Kloter pertama diperkirakan akan tiba di Madinah sekitar pukul 11.45 waktu setempat. (nrl/)


Berita Terkait