Yusril: Utamakan Nyawa Rakyat Hadapi Corona, Ekonomi Nomor Dua

Tim detikcom - detikNews
Sabtu, 21 Mar 2020 04:17 WIB
Yusril Ihza Mahendra saat Blak-blakan bersama detikcom.
Yusril Ihza Mahendra, Foto: Ari Saputra
Jakarta -

Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra meminta pemerintah mengutamakan nyawa masyarakat dalam menghadapi virus Corona (COVID-19). Menurut Yusril saat ini tak punya pilihan lain selain menyelamatkan masyarakat.

"Menghadapi ganasnya wabah Covid-19 sekarang ini, Pemerintah tidak punya pilihan lain kecuali menyelamatkan nyawa rakyat. Apapun pilihan yang dilakukan pemerintah, apakah melakukan pembatasan keramaian umum bahkan melakukan lockdown, tujuan utamanya harus satu, menyelamatkan nyawa rakyat," kata Yusril dalam keterangan tertulis, Jumat (21/3/2020) malam.

Yusril meminta pemerintah menomorduakan sektor ekonomi dalam menghadapi Corona. Menurut Yusril, terpuruknya ekonomi dapat dibangun kembali.

"Pertimbangan ekonomi harusnya menjadi nomor dua. Ekonomi memang hancur. Tetapi itu bukan hanya terjadi pada kita. Semua negara mengalami hal yang sama. Ekonomi bisa kita bangun kembali. Tetapi nyawa rakyat yang melayang takkan bisa dihidupkan lagi," ujarnya.

Selain itu, Yusril meminta pemerintah tak ragu dalam memilih kebijakan dalam memerangi Corona. Dia juga meminta pemerintah tak menutup-nutupi informasi apa yang terjadi di Indonesia terkait Corona.

"Pemerintah jangan ragu-ragu memilih apa yang terbaik untuk dilakukan. Jika telah diputuskan suatu langkah, laksanakan dengan konsisten. Jangan menutup-nutupi sesuatu," ucap Yusril.

"Terbukalah kepada rakyat, terbukalah kepada dunia tentang apa yang sesungguhnya terjadi di negara kita. Dengan keterbukaan itu negara memanggil semua orang, terutama orang2 kaya dan mampu untuk berbuat membantu sesama," imbuhnya.

Sebelumnya, pemerintah memperbarui data kasus virus Corona skala nasional. Data terbaru menunjukkan ada penambahan hingga lebih dari 369 kasus.

"Total kasus hari ini 369 orang," kata juru bicara pemerintah untuk penanganan virus Corona, Achmad Yurianto, dalam konferensi pers di BNPB, Jakarta Timur, Jumat (20/3/2020).

Prosedur Screening Massal dengan Rapid Test Corona:

[Gambas:Video 20detik]



(rfs/rfs)