Hamzah Haz: PPP Belum Mencabut Dukungan Pada SBY-JK

Hamzah Haz: PPP Belum Mencabut Dukungan Pada SBY-JK

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 15:24 WIB
Jakarta - Ketidakpuasan sebagian pengurus PPP terhadap pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) - Jusuf Kalla (JK) pasca reshuffle kabinet meruncing. Beberapa kader PPP, terutama yang duduk di DPR-RI, meminta pengurus Pengurus Harian Pusat (PHP) PPP untuk beroposisi. Menanggapi usulan ini, Ketua Umum PPP Hamzah Haz akan membicarakan masalah ini dengan Fraksi PPP DPR. "Yang jelas, belum penah kita membuat pernyataan mencabut dukungan. Soal dua menteri itu, mungkin karena kurang familiar dengan fraksi. Itu yang harus dikoreksi," kata Hamzah Haz saat dicegat wartawan sebelum mengikuti rapat PHP PPP dengan FPPP DPR di gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/12/2005).Mantan Wakil Presiden ini tampak tenang menghadapi gejolak yang sedang dihembuskan kader-kader PPP. Termasuk soal usulan agar kedua menteri ditarik dari Kabinet Indonesia Bersatu. "Kita menilai belum sampai di-recalling. Presiden juga menilai cakap, dan kita mensyaratkan keduanya harus merapat ke partai. Yang jelas kita masih tetap menjadi partai pendukung pemerintah, " tegasnya.Hanya ketika didesak adanya permintaan Fraksi PPP untuk oposisi, Hamzah berujar pendek. "Itu baru opsi. Dan kami menilai sikap fraksi masih dapat dimalklumi," katanya.Ketegangan di tubuh partai berlambang Kabah ini muncul setelah politisi PPP di DPR meminta Hamzah Haz menarik dua menterinya dari Kabinet Indonesia Bersatu (KIB). Dua menteri ini, Suryadharma Ali dan Sugiharto, dinilai tidak memberikan kontribusi ke partai. Akibatnya, terjadi pro dan kontra. Ketua Fraksi PPP Endin J Soefihara mengatakan pada rapat hari ini, fraksi ingin menanyakan kepada PHP PPP, kenapa dua menteri itu tidak ditarik. "Apa alasannya. Karena kami pernah mengusulkan untuk dievaluasi. Dan selama ini, kami merasa bukan mendukung pemerintah. Tetapi pemerintah tidak merasa didukung. Tentunya kami tidak puas, karena ini tidak sesuai dengan aspirasi. Dan kelihatannya, kami akan kesulitan kalau tetap mendukung pemerintah. Tetapi kalau oposisi kami sangat siap," ujar Endin. (jon/)


Berita Terkait