Tanggap Darurat COVID-19, Pemkot Depok Segera Siapkan RS Rujukan

Matius Alfons - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 23:20 WIB
Penampakan sampah di kali di komplek Balai Kota Depok
Balai Kota Depok (Matius Alfons/detikcom)
Depok -

Pemerintah Kota Depok menetapkan status tanggap darurat bencana Virus Corona Disease 2019 (COVID-19). Pemkot Depok memastikan sedang mempersiapkan beberapa rumah sakit untuk dijadikan rujukan dalam menangani pasien yang terinfeksi Corona.

"Kegiatan penanganan ini dengan menyiapkan beberapa RS rujukan dan mudah-mudahan dalam waktu dekat bisa terealisasi," kata juru bicara Gugus Tugas Penanganan Percepatan COVID-19 Kota Depok, Dadang Wihana, dalam siarannya di Depok, Jumat (20/3/2020).

Pemkot Depok juga menyiapkan anggaran untuk penanganan COVID-19 dari belanja tak terduga. "Dan mudah-mudahan pengadaan yang mendesak yang diperlukan segera bisa cepat direalisasikan," imbuhnya.

Saat ini Depok belum memiliki rumah sakit rujukan untuk penanganan pasien Corona. RSUD Kota Depok pun belum ditunjuk sebagai RS rujukan meski pemeriksaan awal dan pasien PDP beberapa ditempatkan di rumah sakit tersebut.

"RS rujukan saat ini berada di RSUP Persahabatan, RSPI SS, dan RSPAD Gatot Subroto, kami saat ini akan menyiapkan ada beberapa RS rujukan di Kota Depok," ucapnya.

Wali Kota Depok M Idris Abdul Somad telah menetapkan status tanggap darurat bencana COVID-19 selama 73 hari mulai 18 Maret 2020 sampai 29 Mei 2020. Sebelumnya, Wali Kota Depok juga telah mengeluarkan surat edaran tertanggal 18 Maret 2020 terkait penyesuaian sistem kerja ASN dan pegawai di Pemkot Depok untuk OPD tertentu untuk bekerja di rumah.

"Dikecualikan terutama OPD-OPD yang lakukan pelayanan masyarakat diatur pembagian kerja oleh kepala OPD masing-masing," imbuh Dadang.

Pemkot Depok juga telah mengeluarkan Surat Imbauan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 bernomor 8.02/02/BT/2020 tertanggal 19 Maret 2020 terkait kegiatan keagamaan, yakni pada 20 Maret 2020, Forkopimda, Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Depok, MUI Kota Depok, dan pimpinan agama lainnya menyampaikan kesepakatan bersama tentang larangan kegiatan keagamaan bersifat massal atau berjemaah dan agar dilakukan di rumah masing-masing.

"Selanjutnya melakukan kegiatan pencegahan melalui monitoring keliling/war-war oleh satuan pencegahan kepada masyarakat," imbuhnya.

Hingga 20 Maret 2020, tercatat ada 10 orang di Kota Depok yang terkonfirmasi positif Corona, dan 4 orang dinyatakan sembuh. Sementara total pasien dalam pengawasan (PDP) sebanyak 36 orang, 4 di antaranya dinyatakan selesai. Sedangkan orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 297 orang, dengan 134 di antaranya dinyatakan selesai dan 163 orang masih dalam pemantauan.

(mei/mei)