Bukan Corona, Peserta Ijtima Dunia di Gowa Meninggal karena Serangan Jantung

Hermawan Mappiwali - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 21:56 WIB
Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Polda Sulsel dr Kombes Farid Amansyah memeriksa peserta Ijtima Dunia Zona Asia yang meninggal (dok. Istimewa)
Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Polda Sulsel dr Kombes Farid Amansyah memeriksa peserta Ijtima Dunia Zona Asia yang meninggal (Foto: Istimewa)
Gowa -

Seorang peserta Ijtima Dunia Zona Asia di Gowa, Sulawesi Selatan, Sukardi (65), meninggal dunia secara mendadak di lokasi ijtima. Dokter polisi menegaskan korban meninggal dunia akibat serangan jantung.

"Karena penyakit jantung. Saya sempat ke lokasi dan melakukan pemeriksaan terhadap jenazah atas nama Sukardi, 65 tahun. Jadi memang sebelum dia ke sini dia sudah ada riwayat penyakit jantung dan hipertensi," ujar Kepala Rumah Sakit RS Bhayangkara Polda Sulsel dr Kombes Farid Amansyah kepada detikcom, Jumat (20/3/2020) malam.

dr Farid menjelaskan, korban sedang bersama rombongan sesama peserta asal Manokwari, Papua Barat, di lokasi ijtima, area Pesantren Darul Ulum, Pakkatto, Gowa. Namun sekitar pukul 11.55 Wita, korban mengeluhkan rasa nyeri di dadanya, terjatuh, dan berujung pada kematian korban.

"Dia bersama temannya, tiba-tiba mengeluh nyeri dada dan temannya lihat jatuh. Ketika jatuh, dibawa ke posko kesehatan," ujar dr Farid.

Korban sempat diberi pertolongan pertama saat tiba di posko kesehatan ijtima. Namun nyawa korban tak tertolong.

"Dilakukan pertolongan pertama tapi tidak berhasil. Meninggal," kata dr Farid.

"Nah, kalau saya lihat dari keterangannya itu, dan memang ada hipertensi, ya cenderung ke sana, penyakit jantung," sambung dr Farid.

dr Farid pun meminta masyarakat saat ini tak menghubungkan kematian tiba-tiba yang dialami korban dengan virus Corona. Dia menyebut ada perbedaan mendasar antara penyakit jantung dan Corona.

Selanjutnya
Halaman
1 2