Pasca Reshuffle, PPP Terancam Pecah

Pasca Reshuffle, PPP Terancam Pecah

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 14:34 WIB
Jakarta - Perpecahan tengah mengancam Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Kader-kader PPP yang berada di DPR mengancam akan melakukan oposisi terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pasca reshuffle kabinet yang dinilai tak mengakomodasi partai berlambang Kabah ini.PPP sebagai salah satu partai yang sejak awal bergabung dengan Koalisi Kerakyatan dan mendukung SBY-JK, saat ini tengah di persimpangan jalan. Apakah akan melanjutkan dukungan kepada pemerintah SBY-JK atau mereposisi menjadi partai oposisi."Kami ini sejak awal merupakan partai pendukung pemerintah, tetapi pemerintah tidak merasa didukung PPP. Tentunya, kami tidak puas dan kelihatannya posisi kami akan sulit kalau terus mendukung pemerintah. Kalau oposisi kami sangat siap," kata Ketua Fraksi PPP Endin J Soefihara di Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Kamis (8/12/2005).Ketidakpuasan PPP terhadap pemerintah sudah terlihat sejak 4 bulan lalu. Beberapa kader PPP, terutama politisi yang berada di DPR merasa tidak puas dengan kinerja kabinet asal PPP. Tentu saja, ketidakpuasan tersebut ditujukan kepada Menteri Koperasi dan UKM Suryadharma Ali dan Menneg BUMN Sugiharto, karena dua orang ini yang disebut-sebut sebagai oang yang masuk kabinet SBY-JK atas usulan PPP.Saat itu, rapat Pimpinan Harian Pusat PPP (PHP-PPP) mengusulkan agar kedua orang tersebut ditarik dari kabinet karena dianggap tidak memberikan nilai tambah bagi partai. "Mereka berdua tidak memberikan kontribusi kepada partai. Sehingga wajar jika partai ingin mengoreksi hal ini, " kata Sekretaris FPPP DPR Lukman Hakim. Toh, meski ketidaksukaan partai sudah disampaikan terbuka dan diketahui dua orang menteri usulan PPP, sampai menjelang reshuffle tidak ada tanda-tanda perubahan. Kader-kader partai pun bertambah gerah untuk mengganti kedua menteri asal PPP dengan kader PPP lainnya.Lebih menyakitkan lagi, sewaktu SBY akan melakukan reshuffle kabinet, PPP tidak diajak bicara SBY. Sementara ketua-ketua partai lain keluar masuk istana. "Untuk apa lagi mendukung SBY kalau keinginan mengganti kedua menteri tidak digubris SBY," kata salah seorang anggota DPR lainnya.Alhasil, kasak-kusuk terus memuncak. Dan hari ini, seluruh PHP PPP dan FPPP DPR mengadakan rapat untuk menentukan sikap di gedung DPR, Senayan, Jakarta. Rapat diperkirakan berlangsung seru karena masih ada sebagian pengurus PHP PPP yang konsisten mendukung pemerintah di bawah Presiden SBY-JK. Bukan tidak mungkin, jika tak ada titik temu, perpecahan terjadi. (jon/)


Berita Terkait