Kementan Pastikan Bantuan Benih Padi untuk Petani Indramayu

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 15:35 WIB
lomba tanam padi di kabupaten semarang
Foto: Eko Susanto/detikcom
Jakarta -

Dinas Pertanian Kebupaten Indramayu telah mengusulkan bantuan benih kepada Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Kementerian Pertanian. Hal itu guna menanggulangi kerusakan pertanaman padi akibat bencana banjir yang telah terjadi sejak Februari hingga awal Maret 2020 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat dengan kerusakan terparah berada di kecamatan Kandanghaur dan Losarang.

Direktur Perlindungan Tanaman Pangan Ditjen Tanaman Pangan Kementan Edy Purnawaman menuturkan, bantuan benih yang diusulkan sebanyak 67,7 ton untuk lahan seluas 2.708 hektare yang tersebar di empat kecamatan yakni Losarang, Karangampel, Kandanghaur dan Gabuswetan sedang dipersiapkan.

"Saat ini benih sedang dalam proses pengadaan, jika proses kontraknya dengan pihak ketiga telah selesai, bantuan benih siap didistribusikan kepada kelompok tani atau gabungan kelompok tani sesuai yang ditetapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu," ujar Edy, dalam keterangan tertulis, di Jakarta, Jumat(20/3/2020).

Perlu diketahui, bencana banjir yang terjadi juga sempat membuat petani di Kabupaten Indramayu kewalahan, bukan hanya karena genangan air merendam padi jangka waktu masa tanam mereka menuju panen pun turut bertambah.

Selain memberikan bantuan benih, Dinas Pertanian juga mengupayakan penanganan banjir lainnya yang telah dilakukan antara lain penggunaan karung-karung pasir di sekitar tanggul yang jebol atau saluran irigasi yang meluap, juga dilakukan pompanisasi di bagian hulu.

Selain itu, dilakukan juga program klaim Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) bagi petani terdampak yang sudah terdaftar sebagai peserta dengan tingkat kerusakan pertanaman minimal 75%.

"Pertanaman padi yang tergenang di sana didominasi varietas Ciherang, Mekongga, Inpari 32 dan Inpari 42 yang bukan merupakan varietas toleran terhadap genangan, sehingga kurang mampu bertahan ketika tergenang air beberapa hari. Tanaman yang terendam umurnya bervariasi, berkisar 1-65 HST, sehingga untuk tanaman yang masih pada fase vegetatif, masih rentan terhadap genangan air," pungkas Edy.

(prf/ega)