Sering Punguti Ayam Mati, D Suspect Flu Burung

Sering Punguti Ayam Mati, D Suspect Flu Burung

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 13:42 WIB
Solo - Seorang lelaki berinisial D asal Muntilan, Magelang, terpaksa harus mendapat perawatan khusus di ruang isolasi Dr Muwardi, Solo. Statusnya adalah suspect flu burung. Lelaki 45 tahun itu sering mengambili ayam-ayam mati dari pasar untuk dikonsumsi ternak lelenya.D dirawat di ruang isolasi khusus SARS dan AI, Bangsal Anggrek 2 RS Dr Muwardi, Jl Kol Sutarto, Solo. Dr Suradi, ketua tim penanganan penderita flu burung di rumah sakit itu, mengatakan bahwa dari kronologi atau riwayat penyakit serta kondisi pasien, timnya menyimpulkan D diduga kuat sebagai pasien flu burung.Dijelaskannya D adalah berasal dari Muntilan, Magelang, yang berprofesi sebagai penjahit dan memiliki usaha ternak lele. Di rumah, D menderita fluselama 9 hari. Beberapa kali dibawa ke dokter dan Puskesmas setempat namun sakitnya makin menjadi. Dia lalu dirawat di RS Harapan, Magelang, namun juga tidak kunjung membaik."Ditelusuri kemungkinan flu burung dan akhirnya diputuskan untuk dikirim ke RS Muwardi. Dia sampai di rumah sakit ini kemarin pukul 12.30 WIB dalam kondisi shock. Dia mengalami sesak napas hebat, lekosit di bawah normal, ketahanan tubuh menurun. Demikian juga dengan tekanan darah dan kesadarannya," kata Suradi kepada wartawan di rumah sakit, Kamis (8/12/2005).D langsung ditangani intensif di ruang isolasi dan selalu dalam pengawasan ketat tim dokter. Setelah dilakukan cek serta foto rontgent dan wawancara dengan pasien maupun keluarga tm dokter menentapkan status D sebagai pasien suspect. Tim juga berencana mengambil spesimen darah keluarga D untuk memastikan kondisi kesehatan keluarganya.Ambil Ayam MatiSuradi lebih jauh menjelaskan bahwa D selama ini sering mengambil ayam-ayam mati di pasar dekat rumahnya. Setelah itu dibakar untuk menghilangkan bulu-bulunya dan selanjutnya diberikan kepada ikan lele miliknya di kolam miliknya sebagai makanan. Sekitar 0,5 km dari rumah D juga terdapat peternakan ayam yang banyak mati belum diketahui kejelasannya."Namun sejak kemarin petang hingga saat ini pasien sudah mendapati tanda-tanda kemajuan kondisi. Sudah beberapa kali terlihat ada kontak seperti mengigau lalu tidur lagi. Tanda-tanda vital seperti tekanan darah dan nadi juga mengalami kemajuan. Kami masih menunggu hasil lab untuk menentukan penanganan yang tepat terhadap pasien," kata dia.Belum FinalTerpisah, Kepala Instalasi Patologi Klinik RS Muwardi, Dr Tahono, mengatakan hasil laboratorium Kamis siang ini menunjukkan dari hasil swap yang diambil dari tenggorokan pasien D dinyatakan negatif terdapat influenza A yang merupakan turunan virus H5N1 penyebab flu burung. Namun hasil itu dinilai belum final dan akan diulang kembali diambil speciment untuk tes ulang besok."Besok akan dilakukan swap lagi di empat tempat di tenggorokan dan hidung. Kalau besok ternyata kembali terkonfirmasi negatif maka status pasien akanditentukan oleh tim yang menangangi. Namun kalau ternyata ditemukan positif maka spesimen itu akan dikirim ke Jakarta untuk mendapatkan hasil lebihpasti," paparnya.Namun Kepala Bangsal Anggrek 2, Dr Yusuf Subagyo, mengatakan bahwa seorang pasien yang telah dinyatakan suspect akan terus dirawat ekstra ketat serta intensif, terlepas nantinya dinyatakan positif atau negatif. "Dia akan terus dalam penanganan kami hingga membaik. Sejauh ini yang telah kami berikan adalah obat tamiflu dan antibiotik," papar Yusuf. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads