Tuntut Perlakuan Manusiawi, Buruh dan Petani Unjuk Rasa

Tuntut Perlakuan Manusiawi, Buruh dan Petani Unjuk Rasa

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 13:37 WIB
Jakarta - Selalu dimarjinalkan alias dikesampingkan oleh pemerintah, buruh dan petani pun protes. Bahkan mereka kerap menghadapi kekerasan bersenjata. Mereka pun menuntut perlakuan yang layak.Tuntutan ini disampaikan sekitar 100 orang yang berasal dari empat kelompok, yaitu Federasi Serikat Petani Indonesia (FSPI), Serikat Buruh Jabotabek (SBJ), Front Perjuangan Pemuda Indonesia (FPPI), dan Perhimpunan Bantuan Hukum dan Hak Asasi Manusia (PBHI).Unjuk rasa digelar di depan Istana Merdeka, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, sejak pukul 11.00 WIB, Kamis (8/12/2005). Sebelumnya mereka berkumpul di Masjid Istiqlal, lalu berjalan kaki menuju depan Istana Merdeka.Sebuah panggung kecil sudah disiapkan dan sound system di dalam mobil bak terbuka. Para orator bergantian membacakan tuntutan dan meneriakkan yel-yel, serta menyanyikan lagu-lagu perjuangan.Sebuah spanduk besar berwarna hitam dibentangkan untuk menjadi latar panggung tersebut, bertuliskan "Tanah untuk petani dan upah yang layak untuk buruh adalah hak asasi manusia".Menurut salah seorang perwakilan PBHI, Gunawan, aksi ini dilakukan karena pemerintah dianggap tidak mampu menjamin kesejahteraan bagi para petani dan buruh, serta kekerasan yang dialami oleh petani dan buruh ketika mereka ingin memperjuangkan nasibnya."Aksi ini dilakukan karena dalam konteks agraria, teradapat banyak konflik agraria dengan kekerasan bersenjata, selain itu adanya PHK massal dan kekerasan terhadap buruh yang masif," tutur Gunawan.Dijelaskan Gunawan, aksi akan berlangsung sampai sore hari dengan berbagai acara, termasuk digelarnya pentas seni. "Kita masih menunggu rekan-rekan dari daerah yang akan bergabung dengan aksi ini, mereka berasal dari Lampung, Banten, dan Jateng" katanya.Hingga pukul 13.15 WIB, para demonstran masih bertahan di lokasi. Aksi berlangsung tertib. Sementara suasana pengamanan tidak terlalu ketat. Hanya sekitar 30 personel dari Polres Jakarta Pusat yang mengamankan jalannya aksi.Para demonstran menyebarkan pamflet berisi seruan pelaksanaan pembaruan agraria, kenaikan upah buruh, serta penghentian kriminalisasi dan kekerasan terhadap perjuangan petani dan buruh. Keempat kelompok demonstran ini nantinya akan mendeklarasikan Jaringan Kerja Perjuangan HAM Buruh-Petani Korban Kekerasan. (bal/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini