Kasus Corona Nambah Terus, Andre Apresiasi Larangan Ekspor Antiseptik-Masker

Roland FS - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 10:17 WIB
Passengers wait to check-in at the departures hall at the international airport in Sydney on March 18, 2020. - Australia urged its citizens on March 18, not to travel abroad and warned those already overseas to rush home as it imposed unprecedented steps to choke off the spread of the coronavirus epidemic taking off Down Under. (Photo by PETER PARKS / AFP)
Gambaran meningkatnya penggunaan masker di tengah wabah corona/Foto: AFP/PETER PARKS
Jakarta -

Anggota Komisi VI DPR RI yang membidangi masalah perdagangan, AndreRosiade mengapresiasi langkah pemerintah dalam hal ini Kementerian Perdagangan (Kemendag) yang telah mengeluarkan kebijakan melalui Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker.

"Saya selaku Anggota Komisi VI DPR RI mengapresiasi langkah Kementerian Perdagangan yang mengeluarkan Permendag Nomor 23 Tahun 2020 Tentang Larangan Sementara Ekspor Antiseptik, Bahan Baku Masker, Alat Pelindung Diri, dan Masker. Ini merupakan kebijakan yang sangat pro rakyat untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri dan harus kita apresiasi," kata Andre kepada wartawan di Jakarta, Jumat (20/3/2020).

Menurut Andre, kebijakan yang telah dikeluarkan oleh Kemendag tersebut sangat tepat untuk menjaga ketersediaan peralatan medis tersebut serta mencegah tingginya harga masker karena kurangnya pasokan.

"Apalagi, saat ini rakyat Indonesia sangat membutuhkan pasokan peralatan medis yang berhubungan dengan menyebarnya wabah virus corona (Covid-19)," jelasnya.

Meski larangan ekspor peralatan medis tersebut hanya bersifat sementara dan rencananya bakal berlaku hingga 3 bulan ke depan sampai Juni 2020, namun, politisi Partai Gerindra itu menyarankan agar Kementerian Perdagangan dapat segera langsung melakukan revisi bilamana penanganan wabah virus corona atau Covid-19 itu belum bisa teratasi oleh pemerintah Indonesia selama lebih dari tiga bulan ke depan.

Andre GerindraAndre Gerindra Foto: Ari Saputra

"Bilamana pemerintah Indonesia belum bisa menangani wabah virus corona atau Covid-19 selama 3 bulan kedepan, maka sebaiknya Permendag Nomor 23 Tahun 2020 tersebut harus segera direvisi untuk penambahan jangka waktu larangan ekspor sementara peralatan medis tersebut," imbuhnya.

Selain itu, Andre yang juga merupakan Ketua DPD Partai Gerindra Sumatera Barat tersebut juga mendukung langkah Kementerian Perdagangan melalui Dirjen Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) yang akan memberikan sanksi administrasi maupun pidana bagi para pelaku usaha yang sengaja melakukan penimbunan masker serta menaikkan harga masker di pasaran.

"Kita harus mendukung pemberlakuan sanksi tegas yang dilakukan oleh Kemendag dengan menggandeng pihak kepolisian untuk menindak para pelaku usaha nakal terkait kebutuhan dan ketersediaan stok peralatan medis penanganan penyebaran virus Covid-19," tegas Andre.

Ia berharap, agar sanksi tegas yang akan dilakukan oleh Kementerian Perdagangan tersebut dapat benar-benar dilaksanakan dan bukan hanya sekedar janji manis saja. Sebab, hingga saat ini banyak di berbagai daerah yang masih kekurangan ketersediaan pasokan masker dan bila stoknya ada harganya pun sangat mahal.

"Dengan adanya tindakan tegas itu, maka saya berharap masyarakat menjadi lebih merasa aman dan tidak panik dalam menghadapi masalah ini untuk memenuhi kebutuhan medisnya. Saya juga selalu berdoa agar kita semua rakyat Indonesia kuat dalam memerangi dan melawan penyebaran wabah virus ini," tutup Andre.

(fjp/fjp)