Round-Up

Jurus Pepen Perangi Corona: Tutup Spa-Akan Larang Warga ke Jakarta

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 20 Mar 2020 06:15 WIB
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan Gubernur DKI Anies Baswedan
Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi (Isal Mawardi/detikcom)

1. Klub malam
2. Cafe
3. Panti pijat
4. Karaoke
5. Klub musik
6. Pub
7. Billiar
8. Panti mandi
9. Arena bermain anak
10. Tempat wisata
11. Balai pertemuan

Tim War-war

Pemkot Bekasi membentuk sebuah tim bernama War-war yang akan berkeliling kota dengan menggunakan mobil.

"Dia pakai mic (dari dalam mobil) menyampaikan surat edaran. Kalau masih ada orang-orang yang melakukan (berkerumun) sekarang kan orang hajatan saja sudah enggak boleh maka kita dikurangi ya, maka terus kita sosialisasi," ucap Pepen.

"(Pemkot Bekasi) meminta Dewan Masjid Indonesia Kota Bekasi untuk penyebarluasan (informasi terkait COVID-19) melalui forum masjid berkenaan dengan surat edaran wali kota terhadap partisipasi preventif Corona (COVID) 19," ucapnya.

Larang Warga ke Jakarta

Rahmat Effendu berencana melarang warga ke DKI Jakarta jika wabah virus Corona di Ibu Kota terus meningkat. Keputusan itu diambil guna menghambat laju penyebaran virus Corona.

"Saya melarang warga saya untuk melakukan aktivitas ke Jakarta itu saat jumlah (pasien positif Corona) yang ada di Jakarta meningkat, tapi dua hari ini saya lihat masih tetap, masih stagnan, dan mudah-mudahan itu menjadi titik dominasi," ujar Rahmat.

Rahmat mengatakan sebagian besar warga Bekasi beraktivitas di Jakarta. Meski demikian, langkah tegas mesti diambil pemda untuk memutus rantai penyebaran virus Corona.

Salah satu langkah yang akan diambil jika wabah Corona di DKI Jakarta terus meningkat adalah membatasi akses warga Bekasi ke Jakarta. Namun Pepen--sapaan akrabnya--tidak memerinci kapan wacana itu akan direalisasikan.

"Dari 2,4 juta warga Bekasi dan 60 persen melakukan aktivitas di Jakarta, saya sampaikan saya harus mengambil keputusan pahit terhadap warga saya walau saya tahu dari kerja itu ada sumber penghasilan, tapi pemerintah memberikan kelonggaran 14 hari masa lock tersebut untuk kebaikan kita semua, kebaikan warga Kota Bekasi, dan kebaikan warga masyarakat Jakarta," ucap Pepen.


(aan/jbr)