Suhu Badan 37,7°C, Tiga Tahanan Ditolak Masuk Rutan Palu

Mohammad Qadri - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 22:00 WIB
Para pengunjung dan petugas di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat diperiksa suhu tubuhnya saat akan memasuki gedung. Hal itu dilakukan guna cegah penyebaran corona
Ilustrasi (Ari Saputra/detikcom)
Palu -

Tiga tahanan Kejaksaan Negeri Palu, yang rencananya dititipkan ke Rutan Kelas II-A Palu, ditolak. Penolakan tersebut dilakukan karena suhu tubuh ketiga tahanan itu di atas 37,5 derajat Celsius.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Pelayanan Tahanan Rutan Kelas II-A Palu, Andi Fahrul, kepada detikcom pada Kamis (19/3/2020) malam.

"Pengecekan suhu badan bagi pegawai, pembesuk, maupun tahanan yang akan masuk ke Rutan Kelas II-A Palu itu kita perketat, sesuai dengan instruksi Dirjen Pemasyarakatan. Ketiga tahanan kejaksaan tadi siang itu rata rata 37,7 hingga 38,4 derajat Celsius. Jadi kita tidak izinkan untuk ditahan dalam rutan," ungkap Andi Fahrul saat ditemui di Rutan Kelas II-A Palu pukul 21.00 Wita.

Penolakan dilakukan berdasarkan instruksi Dirjen Pemasyarakatan Nomor PAS-08.0T.02.02 Tahun 2020 tentang pencegahan, penanganan, pengendalian, dan pemulihan Corona Virus Disease (COVID-19) pada unit pelaksanaan teknis pemasyarakatan.

"Salah satu poin penting yang mendasari langkah tersebut ialah melakukan penanganan (zona kuning) melalui mengimbau kepada pegawai, tamu, pengunjung, dan tahanan titipan kejaksaan dengan suhu tubuh lebih dari 37,5 derajat Celsius untuk tidak memasuki lingkungan UPT Pemasyarakatan," ucapnya.

Suhu badan ketiga tahanan yang dibawa oleh pihak Kejari Palu, yakni 38,2 derajat Celsius, 37,7 derajat Celsius, dan 38,6 derajat Celsius. Ketiganya merupakan tahanan kejaksaan yang status berkasnya sudah P21.

Sementara itu, Kepala Rutan Kelas II-A Palu, Yansen, berharap pihak Kejari Palu harus terlebih dahulu melakukan pengecekan suhu badan kepada tahanan yang rencananya dititip ke Rutan Kelas II-A Palu.

"Mestinya sudah dicek suhu badannya, sebab ketika lolos masuk ke dalam, yang akan ditakuti itu menyebar ke tahanan yang lainnya. Saat ini, tahanan yang berada dalam Rutan sekitar 500 orang," tuturnya.

(isa/isa)