Ada Work From Home, Permintaan LPG Rumah Tangga Meningkat

Yudistira Imandiar - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 20:39 WIB
Seiring dengan isu pencabutan subsidi gas LPG 3Kg, Pertamina menyiapkan tim khusus. Tim ini akan melakukan pengawasan terhadap ketersediaan gas LPG 3 Kg.
Ilustrasi/Foto: Antara Foto
Jakarta -

PT Pertamina (Persero) berupaya menjaga pasokan liquefied petroleum gas (LPG) untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pertamina juga menyediakan layanan pesan antar guna membantu konsumen mendapatkan LPG saat melakukan social distancing.

Berdasarkan keterangan Pertamina, permintaan LPG di wilayah Marketing Operation Region (MOR) III meliputi Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat pada periode Januari hingga minggu kedua Maret 2020 tercatat masih stabil.

Unit Manager Communication & CSR MOR III Dewi Sri Utami mengatakan, pembelian LPG NPSO (non subsidi) bagi sektor ritel yang terdiri dari LPG Bright Gas 5,5 kilogram (Kg) dan 12 Kg, serta LPG tabung biru 12 Kg di wilayah MOR III periode Januari hingga 15 Maret 2020 mencapai sekitar 41 ribu metric ton (MT), naik rata-rata tiga persen dibandingkan konsumsi periode yang sama tahun 2019. Sementara itu, permintaan LPG subsidi 3 Kg untuk wilayah MOR III pada periode yang sama, cukup stabil, atau sama seperti tahun 2019 sekitar 410 ribu MT.

Pertamina mencatat konsumsi LPG non subsidi di Jabodetabek hingga 15 Maret 2020 naik 8 persen dibandingkan bulan Februari 2020. Wilayah Bekasi dan Tangerang mencatatkan pertumbuhan permintaan terbesar, yakni rata-rata enam persen dengan kenaikan terutama pada produk Bright Gas 5,5 Kg. Adapun permintaan dipenuhi melalui pembelian langsung maupun layanan pemesanan.

"Dengan adanya imbauan pemerintah agar belajar dan bekerja di rumah serta membatasi mobilisasi keluar rumah, berimplikasi pada peningkatan permintaan untuk keperluan rumah tangga. Sementara pelaku usaha makanan seperti kantin dan pujasera juga mengurangi pembelian LPG atau bahkan menutup sementara usahanya, sehingga permintaan secara total di masyarakat tidak berubah secara signifikan," jelas Dewi dalam keterangan tertulis yang diterima detikcom, Kamis (19/3/2020).

Kenaikan konsumsi juga berdampak pada peningkatan jumlah pemesanan LPG non subsidi melalui layanan pesan antar call center 135. Sepanjang kurun waktu bulan Maret (hingga tanggal 18) terjadi peningkatan pemesanan hingga 64 persen dibandingkan pemesanan di Februari 2020, dari 159 pemesanan menjadi 261 pemesanan.

Layanan pesan antar memudahkan konsumen memenuhi kebutuhan LPG tanpa perlu keluar rumah. Konsumen cukup menyebutkan produk LPG yang dibutuhkan serta alamat antar. kemudian produk akan diantar dari pangkalan atau agen LPG terdekat. Adapun harga untuk Bright Gas 5,5 Kg yakni Rp 70 ribu dan Rp 145 ribu Untuk Bright Gas 12 Kg dengan biaya pengantaran Rp 15 ribu per tabung.

Dewi menjelaskan, petugas pengantar LPG dibekali dengan alat pelindung diri dan kebersihan seperti masker dan sarung tangan, untuk menghindari risiko penyebaran virus Covid-19.

(prf/mpr)