Pernyataan Lengkap Tokoh Agama Batasi Kegiatan Ibadah di DKI Gegara Corona

Arief Ikhsanudin - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 18:39 WIB
Anies Baswedan
Anies Baswedan bersama tokoh agama di Jakarta (Arief/detikcom)
Jakarta -

Gubernur DKI Jakarta mengundang pimpinan umat atau tokoh agama untuk sepakat adanya pembatasan kegiatan peribadatan di rumah ibadah. Bagi Anies, kesepakatan bersama bisa membuat penanganan virus Corona (COVID-19) berjalan baik.

Pemuka agama yang diundang untuk menyampaikan pernyataan imbauan adalah tokoh agama Islam, Hindu, Kristen, Katolik, dan Buddha.

"Bila pembatasan kegiatan keagamaan hanya diikuti sebagian dan sebagian tidak, maka potensi penularan tinggi. Kita harap, mari kita kompak. Dua pekan ke depan kedepankan perlindungan, penyelamatan saudara se-kota dengan cara disiplin seruan yang pada sore ini dikirimkan dari Balai Kota," ucap Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (19/2/2020).

Anies mempersilakan satu per satu tokoh agama untuk memberikan pesan dan imbauan. Berikut ini pernyataan lengkap tokoh agama yang menyetujui pembatasan keagamaan:

Ketua MUI DKI Jakarta, Munahar Muhtar

Kepada saudara-saudara kami khususnya umat Islam yang ada di Kota Jakarta, karena saat ini Jakarta dalam keadaan kondisi darurat dengan terjadinya penyebaran virus Corona yang sudah amat dahsyat, karena itu sesuai dengan Fatwa MUI Nomor 14/2020 bahwa untuk pelaksanaan ibadah secara berjemaah untuk saat ini, karena kondisi yang memang sangat darurat diharapkan agar supaya melaksanakan di kediaman masing-masing atau di rumah masing-masing.

Kita bertawakal kepada Allah memang dari segala musibah yang ada, namun ikhtiar adalah merupakan kewajiban kita. Maka pemerintah kota DKI Jakarta berharap kepada kita agar supaya kita aman dan selamat dari keadaan yang saat ini sangat mengkhawatirkan. Atas nama Majelis Ulama Indonesia Provinsi DKI Jakarta kepada seluruh umat Islam yang ada, para tokoh, para ulama, agar supaya menunda setiap kegiatan-kegiatan yang sifatnya berjemaah baik di masjid, di majelis taklim, dan tempat-tempat yang lainnya dalam rangka menjaga warga Jakarta dan agar supaya kita diselamatkan oleh Allah SWT.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Provinsi DKI Jakarta, Makmun Alayubi

Setelah mendengar, memperhatikan, dan menjawab beberapa pertanyaan dari para ketua DKM, maka dengan ini merujuk pada fatwa MUI serta seruan-seruan dari beberapa teman-teman, dengan ini kami mengajak dan sekaligus untuk dapat dilaksanakan bersama-sama untuk para DKM kiranya dapat meniadakan kegiatan-kegiatan yang menghadirkan banyak jemaah, termasuk di antaranya adalah kegiatan salat Jumat di masjid. Kepada teman-teman para khatib kami juga berharap untuk dapat kerja sama yang baik, bukan dalam artian kita tidak melaksanakan salat Jumat, tapi kita alihkan kegiatan salat Jumat menjadi salat zuhur di rumah masing-masing, berjemaah dengan keluarga, insyaallah mudah-mudahan harapan kita semua bahwa kegiatan ibadah kita menjadi sempurna, masyarakat kita pun menjadi terselamatkan dari COVID-19.

Terima kasih Pak Gubernur, terima kasih teman-teman para kiai, para khatib, untuk sama-sama kita dapat melakukan dengan sebaik-baiknya.