Belum Dilarang Secara Tertulis, Bisakah Penimbun Masker Dijerat Jaksa?

Yulida Medistiara - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 16:21 WIB
Antrean warga tampak mengular panjang di kawasan Pasar Pramuka, Jakarta. Para warga rela antre berjam-jam untuk mendapatkan masker murah.
Antre beli masker. (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Jaksa Agung ST Burhanuddin meminta jajarannya menuntut pelaku dengan pidana maksimal terhadap pelaku penimbun masker hingga pelaku penyebar hoax terkait COVID-19. Namun bisakah jaksa menuntut para penimbun masker?

Diketahui polisi mengamankan 22 pelaku penimbun masker pada awal Maret lalu. Para pelaku kemudian dijerat dengan Pasal 107 UU Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan.

Pasal 107 UU Perdagangan itu mengatur pelaku yang menyimpan barang kebutuhan pokok dan barang penting dalam waktu dan jumlah tertentu pada saat terjadi kelangkaan barang dan gejolak harga dapat diancam dengan pidana maksimal 5 tahun penjara. Berikut bunyinya:

Pelaku Usaha yang menyimpan Barang kebutuhan pokok dan/atau Barang penting dalam jumlah dan waktu tertentu pada saat terjadi kelangkaan Barang, gejolak harga, dan/atau hambatan lalu lintas Perdagangan Barang sebagaimana dimaksud dalam Pasal 29 ayat (1) dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau pidana denda paling banyak Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Selanjutnya
Halaman
1 2 3