Siswa Konvoi Usai UNBK, Disdik Sulsel: Kalau Pelanggaran Berat Ijazah Ditahan

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Kamis, 19 Mar 2020 16:04 WIB
Sejumlah siswa XII SMK konvoi setelah selesai mengikuti UNBK (Noval Dhwinuari/detikcom)
Foto: Sejumlah siswa XII SMK konvoi setelah selesai mengikuti UNBK (Noval Dhwinuari/detikcom)
Makassar -

Dinas Pendidikan (Disdik) Sulawesi Selatan meminta polisi untuk menangkap para siswa SMA/SMK yang masih melakukan konvoi usai UNBK di tengah wabah virus Corona (Covid-19). Siswa yang kedapatan konvoi bisa disanksi berupa penahanan ijazah kelulusan.

"Jadi kalau ada yang melakukan itu (konvoi), nah itu sudah kasuistis, dan saya akan melakukan tindakan. Kami berharap teman-teman di Polda, Polres, dan Polsek itu melakukan penertiban. Kalau mengganggu keamanan, ya, ditertibkan, diambil anaknya," ujar Plt Kepala Disdik Sulsel, Basri kepada detikcom di Makassar, Kamis (19/3/2020).

Basri memastikan pihaknya akan menindak para siswa yang tetap melakukan konvoi usai mengikuti UNBK. Sanksi dapat berupa teguran hingga menahan ijazah.

"Pokoknya kita akan tegur, dan kalau berat pelanggarannya kita tahan ijazahnya. Kan kita sudah larang, itu mengganggu ketertiban umum, sekolah sudah kita surati, cabang dinas juga. Kalau pelanggarannya signifikan tentu kita akan kasih teguran," tegasnya.

Sebelum pelaksanaan UNBK di Sulsel, Disdik telah berkoordinasi dengan Polda Sulsel untuk pengamanan siswa yang melakukan konvoi usai ujian. Basri menyebut Kapolda Sulsel Irjen Mas Guntur Laupe telah memerintahkan jajaran untuk mengamankan siswa yang konvoi.

"Saya juga sudah mengeluarkan edaran yang ditujukan ke semua cabang dinas, ada 12 cabang dinas dan semua kepala sekolah (agar siswa tidak konvoi)," tuturnya.

Selanjutnya
Halaman
1 2