Gugatan Renovasi Gereja di Karimun Resmi Dicabut

Agus Siswanto Siagian - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 23:48 WIB
Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Karimun, Kepulauan Riau (Kepri) (Agus Siagian/detikcom)
Gereja Katolik Paroki Santo Joseph di Karimun, Kepulauan Riau (Agus Siagian/detikcom)
Batam -

Perkara gugatan terkait izin mendirikan bangunan (IMB) renovasi Gereja Katolik Paroki Santo Yoseph, Karimun, Kepulauan Riau, di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) resmi dicabut oleh pihak penggugat. Penggugat adalah aliansi peduli Kabupaten Karimun (APKK), sedangkan pihak tergugat berasal dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Pemerintah Tanjung Balai Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

Pencabutan gugatan tersebut dihadiri kedua belah pihak yang bertikai. Pencabutan dinyatakan sah dan dibacakan saat persidangan pencabutan gugatan oleh ketua majelis hakim PTUN Tanjung Pinang di Sekupang, Batam, Rabu (18/3/2020).

Koordinator APKK, Hasyim Tugiran, menegaskan pihaknya melakukan perlawanan dengan gugatan melalui pengadilan PTUN terkait penolakan terhadap IMB Gereja Santo Yoseph, bukan persoalan renovasi.

"Sejak awal kami aliansi peduli Kabupaten Karimun menggugat terkait izin mendirikan bangunan, bukan renovasinya, karena kami tidak pernah menolak soal renovasi," ujar Hasyim Tugiran.

Pencabutan gugatan itu sudah sesuai kesepakatan dari warga Tanjung Balai Karimun bersama pihak gereja. Dalam kesepakatannya, renovasi penambahan lantai bangunan tempat tinggal seorang pastor dibatalkan.

Sementara Pastor Gereja Paroki Santo Yoseph, Romo Kristiono Widodo, yang turut hadir di persidangan menyambut baik pencabutan perkara gugatan oleh APKK.

Menanggapi permintaan revisi desain oleh APKK, Romo Kristiono mengaku tidak ada masalah, yang terpenting bagaimana umat Katolik tetap bisa menjalankan ibadah di dalam bangunan gereja setiap Minggu.

"Dalam waktu dekat kami akan mengganti desain bangunan, tentunya ini masih dalam pembicaraan di internal, namun kami tetap mengacu pada kesepakatan bahwa bangunan lain berdiri tiga lantai, sedangkan bangunan gereja tetap satu lantai," kata Romo Kristiono.

Diketahui, keributan sempat terjadi di Gereja Katolik Paroki Santo Joseph, Tanjung Balai Karimun, Karimun, Kepulauan Riau. Keributan itu dipicu oleh kesalahpahaman. Ada pihak masyarakat yang menduga pihak gereja ingin melakukan pembangunan.

"Tadi kan ada kegiatan dari salah satu orang panitia gereja yang berniat mau membongkar seng bekas olahan dekat gereja situ sehingga itu dianggap mau melakukan pembangunan, sehingga masyarakat yang kontra memprotes, teriak-teriak gitu lah. Tidak ada kekerasan, tidak ada perusakan. Meminta supaya kegiatan dihentikan dulu sama-sama menghormati hasil kesepakatan itu," jelas Kapolres Karimun AKBP Yos Guntur Yudi Fauris Susanto saat dihubungi, Kamis (6/2).

(isa/isa)