Mengaku Bawa Bom, Pria Sakit Jiwa Tewas Ditembak

Mengaku Bawa Bom, Pria Sakit Jiwa Tewas Ditembak

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 10:15 WIB
Jakarta - Malang nian nasib pria ini. Gara-gara mengaku-ngaku bawa bom dalam tasnya, seorang warga AS tewas diterjang peluru petugas udara AS. Yang menyedihkan, lelaki yang dianggap sebagai ancaman itu hanyalah seorang pria yang mengalami gangguan jiwa. Duh!Rigoberto Alpizar yang berusia 44 tahun ditembak mati sebelum pesawat yang dinaikinya, American Airlines, lepas landas dari Miami, AS. Penumpang pesawat yang gelisah itu mengklaim ada bom dalam tas punggungnya. Demikian seperti disampaikan juru bicara Departemen Keamanan Dalam Negeri AS Brian Doyle."Seorang penumpang mengklaim punya bom dalam tas punggungnya. Saat itu tim marshal udara mendatangi orang tersebut di atas pesawat," ujar Doyle seperti dilansir kantor berita Associated Press, Kamis (8/12/2005)."Penumpang itu dengan cepat keluar dari pesawat, kembali menuju terminal. Tim marshal udara pun mengejar target dan memerintahkannya untuk tiarap. Penumpang itu tampaknya akan menyentuh tas punggungnya, petugas langsung mengambil tindakan yang sesuai, tembakan pun dilancarkan," papar Doyle.Alpizar pun tewas bersimbah darah. Setelah penembakan, petugas memerintahkan anjing-anjing pelacak untuk mengendus bom di dalam tas Alpizar. Namun tak satu bom pun ditemukan. Istri korban sempat mengejar suaminya saat akan turun dari pesawat sambil berteriak-teriak "suami saya, suami saya." Demikian ungkap saksi mata, Mary Gardner, seorang penumpang pesawat tersebut."Saya dengar perempuan itu bilang bahwa suaminya sakit jiwa dan belum minum obatnya," tutur Gardner dalam wawancara dengan media lokal, WTVJ-TV. Alpizar berlari ke luar pesawat seperti orang kesetanan. Menurut Gardner, dia mendengar ada empat atau lima tembakan. Namun dia tidak melihat langsung penembakan itu. Ini merupakan insiden paling serius yang dilaporkan di atas pesawat penumpang AS sejak sistem marshal udara diperkuat lagi setelah peristiwa 11 September 2001. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads