Antisipasi Corona, Keuskupan Agung Jakarta Tiadakan Salam Damai-Air Suci

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 18:27 WIB
Hari Natal jatuh pada hari Minggu (25/12). Sejumlah gereja menyelenggarakan ibadah hari Natal, tak terkecuali Gereja Katedral.
Gereja Katedral (Dok. detikcom)
Jakarta -

Keuskupan Agung Jakarta (KAJ) menerapkan sejumlah tata cara ibadah baru sementara di tengah wabah virus Corona (COVID-19). Sebelum Perayaan Ekaristi (ibadah), petugas akan membersihkan sejumlah titik di dalam gereja.

"Jendela dan pintu gereja dibiarkan terbuka. Bersihkanlah kursi, tempat berlutut, meja altar, mik, buku dengan disinfektan. Bagi umat yang demam tinggi dan sakit pernapasan (batuk, pilek, sakit tenggorokan) serta mereka yang merasa dapat menularkan, tetap berada di rumah dan memeriksa diri ke dokter," kata Sekretaris KAJ, Romi V Adi Prasojo, dalam keterangan tertulis, Rabu (18/3/2020).

Bagi umat, gereja diminta menyediakan hand sanitizer dan pemeriksaan suhu tubuh. Bila ada umat bersuhu tubuh panas, mereka diminta untuk memeriksakan kesehatan ke dokter.

"Sediakan dan minta umat untuk membersihkan tangan dengan hand sanitizer dan pemeriksaan tubuh sebelum masuk gereja. Bagi umat yang bersuhu tubuh 37 derajat Celsius ke atas dimohon untuk kembali ke rumah dan pergi ke dokter," ujar Adi.

Gereja juga tak menyediakan air suci sebelum umat memasuki dalam gereja. Bila dimungkinkan, gereja diminta menyemprotkan cairan disinfektan ke lingkungan gereja.

"Tidak disediakan air suci di depan gereja. Menyediakan kotak kolekte di depan gereja. Apabila dimungkinkan, silakan untuk melakukan penyemprotan disinfektan di dalam dan lingkungan/kompleks gereja," sebut Adi.

Kepada umat yang sehat dapat mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja. Untuk umat yang merasa tak sehat dianjurkan mengikuti ibadah secara live streaming.

"Umat yang sehat dapat tetap mengikuti Perayaan Ekaristi di gereja, bagi yang sedang menderita demam atau sakit pernapasan (batuk, pilek, sakit tenggorokan) dan mereka yang merasa dapat menularkan, diminta beribadah di rumah dengan mengikuti perayaan ekaristi hari Minggu melalui live streaming," ujar Adi.

Meski umat yang sehat dapat mengikuti ibadah ekaristi di gereja, gereja meniadakan salam damai dan berkat anak.

"Salam damai ditiadakan. Penerimaan komuni hanya diperkenankan melalui tangan saja. Berkat anak ditiadakan," terang Adi.

Untuk kegiatan di luar ibadah seperti rapat, KAJ meminta gereja melakukan secara online. Pertemuan di gereja pun diminta ditunda terlebih dahulu.

"Rapat-rapat sebaiknya via online atau ditunda. Pertemuan-pertemuan di GKP/kompleks gereja ditunda," imbuh Adi.

Petunjuk ini tidak selamanya diberlakukan. KAJ akan menyesuaikan dengan situasi dan kondisi terbaru.

(rfs/hri)