Anies Bicara Kebijakan Efek Kejut, Istana: Yang Diperlukan Kebijakan Rasional

Andhika Prasetia - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 17:04 WIB
Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman
Jubir Presiden Fadjroel Rachman (Biro Pers Setpres)
Jakarta -

Istana Kepresidenan menegaskan jangan sampai ada kebijakan yang tidak terukur di masa pandemi virus Corona (COVID-19). Istana menyebut rakyat tidak ingin ada semacam kebijakan 'efek kejut'.

"Dalam situasi pandemi COVID-19 sekarang, tak boleh ada kebijakan coba-coba yang tak terukur. Publik tak memerlukan kebijakan 'efek kejut', tapi kebijakan rasional dan terukur yang memadukan kepemimpinan organisasi, kepemimpinan operasional, dan kepemimpinan informasi terpusat sebagaimana yang ditunjukkan Presiden Joko Widodo sebagai 'panglima perang' melawan pandemi COVID-19," kata Jubir Presiden Fadjroel Rachman lewat keterangan tertulis, Rabu (18/3/2020).

Fadjroel menambahkan Jokowi saat ini sudah memutuskan kebijakan pembatasan sosial. Kebijakan ini mengimbau masyarakat seminimal mungkin beraktivitas di luar rumah.

"Presiden Joko Widodo memutuskan kebijakan pembatasan sosial (social distancing) berdasarkan UU No: 6/2018 sebagai respons atas kedaruratan kesehatan masyarakat. Bahwa benar menurut UU tersebut dimungkinkan adanya karantina wilayah (lockdown) tetapi kehati-hatian mempertimbangkan keselamatan dan kehidupan publik tetap menjadi prioritas dalam memutuskan kebijakan publik," ujar Fadjroel.

"Presiden Joko Widodo tidak memilih kebijakan karantina wilayah, tetapi memilih kebijakan pembatasan sosial," imbuhnya.

Anies Pastikan Koordinasi dengan Pusat soal Corona Berjalan Baik:

Selanjutnya
Halaman
1 2