Bupati Gowa Berlakukan Kerja di Rumah bagi ASN, 5 Orang Gantian Ngantor

Noval Dhwinuari Antony - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 16:57 WIB
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan (Noval Dhwinuari/detikcom)
Makassar -

Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan memberlakukan berkantor dari rumah bagi ASN sebagai upaya menekan penyebaran Corona. Tiap hari hanya 5 orang yang dibolehkan masuk kantor secara bergiliran.

Keputusan Adnan ini tertuang dalam surat edaran Bupati Gowa nomor:188/010/Tapem yang diterima detikcom dari Humas Gowa pada Rabu (18/3/2020). Adnan memerintahkan kepala SKPD di Pemkab Gowa menyusun jadwal masuk kantor 5 orang ASN setiap hari.

"Seluruh Pimpinan SKPD Se-Pemerintah Kabupaten Gowa mengatur jadwal bergilir ASN berkantor setiap hari maksimal lima (5) orang. Sisanya menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggal (Work from home)," perintah Adnan dalam suratnya.

Namun kebijakan ngantor di rumah ini tidak berlaku bagi ASN yang bertugas SKPD yang melayani langsung masyarakat. Mereka tetap ngantor seperti biasa.

"SKPD yang melayani publik langsung seperti Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemadam Kebakaran dan Semacamnya (masuk seperti biasa)," tuturnya.

Diketahui, selain memindahkan kerja ASN ke rumah, Pemkab Gowa memindahkan kegiatan belajar-mengajar siswa sekolah ke rumah.

Berikut ini kutipan lengkap edaran Pemkab Gowa terkait antisipasi penyebaran virus Corona yang diteken Adnan:

SURAT EDARAN

Memperhatikan bahwa Pemerintah telah menetapkan COVID-19 (Coronavirus Disease 2019) sebagai bencana nasional non alam Virus Corona pada tanggal 14 Maret 2020, maka dengan ini Pemerintah Kabupaten Gowa menginstruksikan hal-hal sebagai berikut:

1. Pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) lingkup Pemerintah Kabupaten Gowa agar mengatur jadwal bergilir Aparatur Sipil Negara (ASN) masing-masing untuk berkantor setiap hari maksimal lima (5) orang dan sisanya menjalankan tugas kedinasan dengan bekerja di rumah/tempat tinggal (Work from home) kecuali SKPD yang melayani publik langsung seperti Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Dinas Kesehatan, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Dinas Pemadam Kebakaran dan Semacamnya;

2. Mempertimbangkan menunda semua kegiatan/event baik indoor maupun outdoor yang dilaksanakan oleh Pemerintah, Organisasi Masyarakat/Swasta yang melibatkan orang banyak sampai batas waktu yang kondusif.

3. Meliburkan sementara proses belajar mengajar di sekolah TK/RA, SD/MI, dan SMP/MTS se-Kabupaten Gowa dan menggantinya dengan kegiatan belajar di rumah selama 14 hari, mulai 17 Maret hingga 31 Maret 2020;

4. Meniadakan sementara Upacara Hari Kedisiplinan ASN dan Hari-hari Besar Nasional serta Apel Pagi;

5. Menjaga kebersihan tempat-tempat umum dan tempat ibadah;

6. Menjaga lingkungan tetap hygienis dan menjaga kesehatan dengan menerapkan Pola Hidup Bersih dan Sehat serta menyiapkan hand sanitizer pada tiap-tiap ruangan;

7. Melakukan upaya peningkatan imunitas tubuh dengan mengkonsumsi makanan/suplemen yang baik;

8. Mengurangi aktivitas di luar rumah bila mana tidak terlalu mendesak (urgent);

9. Mengurangi kontak/bersalaman dengan orang/keluarga terutama yang baru tiba dari luar negeri dan segera ke rumah sakit/klinik/pusat layanan kesehatan bila mendapati anggota keluarga yang mengalami gejala gangguan kesehatan yang dapat dikategorikan sebagai orang dalam pemantauan;

10. Tidak menimbulkan kepanikan dengan menyebarluaskan informasi menyesatkan (hoax) ataupun menimbun komoditas yang dibutuhkan warga sehingga memicu inflasi dan spekulasi;

Surat edaran ini berlaku sejak tanggal ditetapkan dan akan dilakukan evaluasi sesuai dengan perkembangan penyebaran COVID-19 di Indonesia.

Demikian untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab. Atas kerjasama yang baik kami ucapkan terimakasih.

(nvl/jbr)