Round-Up

KKB Tak Punya Markas, Tempat Ibadah Warga Dirampas

Tim detikcom - detikNews
Rabu, 18 Mar 2020 07:46 WIB
KKB Papua menjadikan gereja sebagai persembunyian. Bahkan mereka membakar gereja di Tembagapura (dok. istimewa)
Foto: KKB Papua menjadikan gereja sebagai persembunyian. Bahkan mereka membakar gereja di Tembagapura (dok. istimewa)
Mimika -

Kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Papua terus mencari celah untuk bergerilya. KKB disebut merebut gereja di Distrik Tembagapura, Mimika, Papua untuk dijadikan markasnya.

Untuk diketahui, selama Sabtu (14/3) hingga Minggu (15/3) aparat TNI-Polri terlibat baku tembak. 4 anggota KKB tewas. Karena terdesak dan tak punya tempat singgah, mereka melakukan intimidasi sehingga warga akhirnya mengosongkan gereja.

"Gereja tersebut sebelumya ramai oleh masyarakat di Kampung Opitawak dalam menyelenggarakan berbagai kegiatan ibadah, tapi sudah beberapa pekan belakangan semenjak KKB menebar teror di wilayah tersebut, masyarakat akhirnya harus mengalah," ujar Kapolsek Temabagapura AKP Hermanto kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Masyarakat di Distrik Tembagapura, termasuk kampung Opitawak pun memilih mengamankan diri dari ancaman penindasan yang dilakukan KKB. Bahkan dikabarkan KKB membakar Gereja Kemah Injil Indonesia, Klasis Mimika, Jemaat Sinai, di Kawasan Opitawak, Tembagapura pada Kamis (12/3) lalu.

Meski teror ditebar, TNI-Polri tak gentar melakukan pengejaran. Dari baku tembak akhir pekan lalu pun polisi telat menyita 3 pucuk senjata rampasan.

Senjata api itu berjenis AK47, AR15, dan Thomson. Selain itu aparat juga berhasil mengamankan senjata tajam yakni 3 buah busur panah, 5 buah anak panah dan 1 buah Kampak

Berdasarkan penelusuran, AR 15 adalah senjata yang dirampas anggota KKB dari Polsek Pirime pada November 2012. Lalu AK 47 diketahui dirampas KKB dari Pos Kulirik Puncak Jaya pada Januari 2014. Satu senjata yang disita ialah Thompson.

TNI-Polri Buru Pelaku KKB di Papua:

selanjutnya Selanjutnya
Halaman
1 2