Sukardi: Jika Ada Reshuffle Lagi, Timbul Goncangan Ekstrem

Sukardi: Jika Ada Reshuffle Lagi, Timbul Goncangan Ekstrem

- detikNews
Kamis, 08 Des 2005 08:16 WIB
Jakarta - Tampaknya setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melakukan reshuffle terbatas Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), sangat sulit jika pemerintahan SBY-JK akan melakukan reshuffle tahap kedua di kemudian hari. Jika terjadi, maka akan timbul goncangan yang ekstrem.Hal ini disampaikan Direktur Eksekutif Sugeng Sarjadi Syndicate (SSS), Sukardi Rinakit, dalam perbincangan melalui telepon kepada detikcom, Kamis (8/12/2005)."Saya pikir, presiden fokus ke tim ekonomi. Kalau reshuffle terlalu banyak, bisa timbul goncangan ekstrem," kata Sukardi.Alasannya, menurut Sukardi, SBY tidak mempunyai basis kekuatan politik, sangat wajar apabila SBY berhati-hati. "Yang real power ya Partai Demokrat. Basis kekuatan politik SBY cair, seperti rakyat. Rakyat akan mendukung apabila kebijakan pemerintah menguntungkan," jelasnya.Seperti diketahui pada Senin 5 Desember, SBY mengumumkan reshuffle terbatas KIB. Beberapa nama baru yang muncul yaitu Menko Perekonomian Boediono, Menteri Negara Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas Paskah Suzetta, dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Erman Suparno.Sedangkan menteri yang direposisi adalah Sri Mulyani (Menkeu), Aburizal Bakrie (Menko Perekonomian) dan Fahmi Idris (Menperin). Sejumlah kalangan menilai ada sejumlah menteri yang belum pas menempati posisinya. Namun tampaknya tak mungkin mereka digeser lagi. Atau masih menunggu waktu? (mly/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads