Bentuk Desk Antiteror, Pangdam XVII Trikora Buka Latihan
Kamis, 08 Des 2005 05:12 WIB
Jakarta - Teroris benar-benar menjadi perhatian publik. Prihatin dengan dampak dari terorisme serta mempersiapkan pembentukan desk antiteror, Pangdam XVII/Trikora Mayjen TNI George Toisutta Rabu kemarin membuka latihan antiteror yang khusus ditujukan bagi kader pelatih antiteror di jajaran Kodam XVII."Hakekat ancaman teror dan segala hal yang terkandung di dalamnya, harus menjadi perhatian jajaran Kodam XVII, " kata jendral berbintang dua ini dalam upacara yang digelar di Makodam, Polimak seperti yang disampaikan dalam rilis kepada detikcom Kamis (8/12/2005).Menurut George, aksi teror dan maraknya peledakan bom di tanah air sangat memprihatinkan. Ancaman teror dapat terjadi kapan saja dan dimana saja.Lebih lanjut, George mengatakan, perhatian ini tidak mustahil dimanfaatan dalam situasi yang tidak kondusif oleh gerakan separatis Papua. "Sebagai satuan kewilayahan, Kodam XVII Trikora sudah seharusnya memiliki kepedulian, kepekaan, dan kemampuan operasiantiteror," jelasnya.Namun, kemampuan tersebut menurutnya tidak dapat diraih secara instan. "Perlu proses dan latihan yang terencana, bertahap, bertingkat, dan berlanjut.Pelatihan antiteror ini akan berlangsung hingga 15 Januari 2006 dan merupakan bagian daripembentukan desk antiteror. Karena latihan ini menyangkut kemampuan dasar bagi personel militer, maka para kader disyaratkan memiliki kemampuan fisik yang baik.
(mly/)











































