Sempat Di-lockdown, PN Balikpapan Kembali Normal

Andi Saputra - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 14:00 WIB
Caucasian woman holding gavel
Ilustrasi pengadilan (Foto: iStock)
Jakarta -

Pengadilan Negeri (PN) Balikpapan sempat di-lockdown oleh Ketua PN Balikpapan, Liliek Prisbawono Adi. Namun keputusan itu dicabut tidak sampai 24 jam.

Liliek menandatangani Instruksi Nomor 02/KPN-III/2020 tenting Pencegahan COVID-19 (Corona) pada Selasa, 16 Maret 2020.

"Seluruh persidangan, baik perdata atau pidana agar ditunda untuk jangka waktu 14 (empat belas) hari ke depan. Mulai tanggal 17 Maret 2020 dan dapat kembali digelar pada tanggal 31 Maret 2020," demikian bunyi Instruksi nomor 1 tersebut, sebagaimana didapat detikcom, Selasa (17/3/2020).

Bagi sidang pidana, agar diminta perpanjangan penahanan pidana. Adapun sidang perdata diminta bagi para pihak untuk menunda seluruh sidang. Pelayanan bagi masyarakat ditutup dan hanya bertugas memberikan informasi pengadilan sedang 'lockdown'.

"Absensi elektronik ditiadakan dan diganti absensi manual," ujar Instruksi nomor 4.

Pegawai yang sedang kurang sehat, demam dan batuk dilarang masuk. Seluruh pegawai dan hakim dimintai menghindari kontak fisik.

Namun, Instruksi 'lockdown' tersebut tidak jadi dijalankan. Sebab hari ini Liliek langsung mencabut Instruksi itu.

"Mencabut Instruksi Nomor 02/KPN-III/2020 tenting Pencegahan Covid-19 (Corona) pada Selasa, 16 Maret 2020," demikian bunyi Instruksi terbaru yang ditandatangani hari ini, Seals (17/3).

Liliek menyatakan instruksi 'lockdown' tidak berlaku dan memerintahkan hakim dan pegawai melaksanakan tugas seperti biasa.

Sebagaimana diketahui, Mahkamah Agung (MA) pagi ini menyatakan pelayanan sidang seperti biasa. Apalagi terkait sidang pidana karena menyangkut hak asasi manusia (HAM) terdakwa. Tapi bagi kasus perdata, bisa dilaksanakan sesuai kondisi masing-masing pengadilan.

"Sebab penyelesaian perkara pidana terkait dengan HAM seseorang," kata jubir MA, Andi Samsan Nganro.

(asp/jbr)