Soal Islah, PKB Anam Minta Kubu Muhaimin Ngaku Kalah
Rabu, 07 Des 2005 22:48 WIB
Jakarta - Konflik di tubuh PKB masih terus bergelut. PKB pimpinan Choirul Anam mensyaratkan terbukanya peluang islah asalkan kubu Muhaimin mengaku kalah. Keputusan untuk mengaku kalah tersebut adalah permintaan para kiai."Harus ada pihak yang mengaku kalah kalau mau islah. Wong kita yang menang kok kita yang disuruh manut," kata Sekretaris Jenderal DPP PKB hasil Muktamar II Surabaya, Idham Kholid dalam jumpa pers di Apartemen Menteng Prada, Rabu (7/12/2005). Menurutnya, setelah mengaku kalah akan dicari pihak yang berperan sebagai hakim untuk memediasi ishlah tersebut. "Meskipun sulit setelah pihak Muhaimin sudah menunjukkan arogansi dengan mengadakan syukuran ketika putusan kita dimenangkan oleh MA, namun kita tetap optimis ada islah. Etika politik mengharuskan kedua pihak saling menghargai," tambah Idham.Selain itu, pihaknya juga meminta agar nasihat dari para kiayi juga dihargai, karena sifatnya mengikat. Para kiai pun dalam memberikan taushiyah tidak sembarangan, karena harus melalui kajian berdasarkan kitab-kitab fiqih."Intinya DPP PKB sangat patuh dan taat pada putusan masayikh (para kiayi) dan keputusan muktamar Surabaya. Kiai di Langitan sudah menyuruh damai. Kalau kiayi minta kami ke utara kami akan ke utara, kalau ke selatan, kami akan manut, " jelas Idham.
(mly/)











































