PDIP DKI: Cara Anies Atur Transportasi Era Corona Bukti Tak Koordinasi

Danu Damarjati - detikNews
Selasa, 17 Mar 2020 05:08 WIB
Gembong Warsono merupakan Wakil Ketua Bappilu PDIP
Gembong Warsono (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Cara Gubernur Jakarta Anies Baswedan mengatur transportasi massal di era pandemi virus Corona menuai kritik. Anies sempat mengurangi operasi bus Transjakarta hingga MRT. Sehari kemudian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan transportasi massal harus tetap tersedia. Anies langsung mengembalikan layanan transportasi massal Jakarta seperti sediakala. Anies kini disorot anggota dewan.

"Itu adalah bukti nyata tidak adanya koordinasi dengan pemerintah pusat," kata Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta, Gembong Warsono, kepada wartawan, Selasa (17/3/2020).

Gembong mendorong agar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta selalu berkoordinasi dengan pemerintah pusat, termasuk dalam mengatur transportasi massal di masa pagebluk seperti ini. Bila Anies berkoordinasi dengan baik, maka tak perlu ada kebijakan yang direvisi seperti pengurangan operasionalisasi transportasi massal itu.

"Pemerintah daerah diwajibkan berkoordinasi dengan pemerintah pusat. Kebijakan pemerintah daerahnya membatasi transportasi massal, akibatnya terjadi penumpukan," kata Gembong.

Pengurangan operasionalisasi transportasi massal di Jakarta sempat menimbulkan antrean panjang calon penumpang, baik bus Transjakarta maupun MRT. Padahal di masa wabah, warga tidak dianjurkan untuk berkumpul karena berisiko menularkan virus Corona.

"Anies jangan 'over'. Gubernur adalah wakil pemerintah pusat di daerah," tandas Gembong.