Status Terkait Corona Masih Ringan, Sekolah di Sumbar Belum Diliburkan

Jeka Kampai - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 18:52 WIB
Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno (Jeka Kampai/detikcom)
Gubernur Sumbar Irwan Prayitno (Jeka Kampai/detikcom)
Padang -

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) memutuskan belum meliburkan aktivitas sekolah. Keputusan ini dibuat karena belum ada pasien di Sumbar yang dinyatakan positif mengidap Corona (COVID-19).

Gubernur Sumbar Irwan Prayitno mengatakan kebijakan tidak meliburkan sekolah diambil dalam rapat koordinasi dengan semua kepala daerah dan pihak terkait lainnya di Istana Gubernur, Senin (16/3/2020).

"Kita sudah rapat. Di antaranya membahas aspirasi masyarakat agar sekolah diliburkan. Setelah mempertimbangkan edaran Menteri Pendidikan dan arahan Presiden, kita putuskan untuk sementara sekolah tidak diliburkan," kata Gubernur Irwan kepada wartawan.

Menurut Irwan, hingga kini belum ada satupun warga Sumbar yang terinfeksi COVID-19. Salah satu pertimbangan sekolah tidak diliburkan juga terkait ujian nasional yang sedang berjalan.

"Karena masih kosong. Negatif Corona, kondisi dari siang, apakah sore ada kita belum tahu. Sekarang masih kosong, maka masih belum diliburkan, karena ini kaitannya anak-anak kita lagi ujian. Masih ujian. SMK ada UNBK, lalu SMP juga ujian," kata Irwan.

Sesuai dengan edaran Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, lanjutnya, ada beberapa tingkatan status terkait Corona di satuan pendidikan, yakni ringan, sedang, dan tinggi. Yang ringan, persiapannya adalah jaga-jaga diri, bersih-bersih, pakai masker, dan lain-lain yang sifatnya umum.

Status sedang bila ada terduga yang peluang kemungkinan besar demam di atas 38 derajat. Langkah yang diambil adalah diperiksa dan dicek.

Status tinggi yang menjadi dasar untuk meliburkan satuan pendidikan adalah jika ada pasien yang terjangkit. "Sumbar masuk status ringan karena tidak ada terduga terjangkit atau masih kosong pasien positif Corona," kata Irwan.

Jika ditemukan kasus positif Corona, Pemprov Sumbar menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada bupati dan wali kota untuk mengambil kebijakan.

"Kalaupun ada, kita serahkan sepenuhnya kepada Bupati Wali Kota untuk SD dan SMP diliburkan atau tidak. Kalau SMA, nanti memang dari provinsi. Nanti kita lihat secara selektif. Beda dengan Jakarta atau daerah-lain yang memang banyak yang positif. Kita belum, Tapi penjagaan di berbagai tempat," kata Irwan lagi.

(jbr/jbr)