Cegah Corona, Sekolah di Sulbar-Sulsel Diliburkan dan Kunker Dibatasi

Noval Dhwinuari Antony, Abdy Febriady - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 18:37 WIB
Children often suffer food poisoning due to poor hygiene in kitchens and occasionally sub-standard food (AFP Photo/Biju Boro)
Ilustrasi Sekolah (Biju Boro/AFP Photo)
Makassar -

Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel) Nurdin Abdullah melarang jajarannya melakukan kunjungan kerja (kunker) keluar daerah hingga 2 pekan ke depan. Nurdin mencegah masuknya virus Corona (COVID-19) ke wilayah Sulsel.

Aturan ini diberlakukan Nurdin mulai 18 hingga 31 Maret 2020 atau selama 2 pekan ke depan. ASN Sulsel yang masih keluar daerah di masa itu akan dikenai sanksi berat.

"Nggak boleh, jadi 14 hari itu kita nyatakan (tidak boleh ASN keluar daerah). Kecuali hal-hal yang paling mendesak, kalau tidak maka tidak boleh. (Kalau ada yang keluar) pasti sanksinya berat," kata Nurdin di Makassar, Senin (16/3/2020).

Nurdin mengatakan hingga saat ini belum ada kasus positif Corona di Sulsel. Untuk itu, pihaknya akan memperketat pintu masuk ke wilayah Sulsel, salah satunya melarang jajaran keluar daerah Sulsel.

"Kita tadi sepakat, supaya persoalan Corona ini cepat berakhir, maka kita harus disiplin. Karena ini yang namanya virus ada batas waktu dia hidup. Nah, kalau masa inkubasi ini (14 hari ke depan) kita bersama-sama disiplin untuk membatasi ya saya kira cepat (selesai)," paparnya.

Karena belum ada kasus positif Corona di Sulsel, Nurdin belum memberlakukan kerja di rumah bagi ASN di Pemprov Sulsel. Namun kegiatan apel pagi bagi ASN di lingkup Pemprov Sulsel sudah ditiadakan sampai 14 hari ke depan.

"Kita berharap ASN tetap bekerja seperti biasa. Kecuali ASN yang ada penyakit, ada gejala (Corona), mungkin flu dan sebagainya, supaya tidak menyebar virus sebaiknya istirahat di rumah dan kantornya pindah ke rumah," ujarnya.

Menurut Nurdin, imbauan pemerintah pusat agar ASN bekerja di rumah hanya berlaku untuk wilayah yang sudah status kejadian luar biasa (KLB) Corona.

"Sulsel ini ini tadi kita lihat negatif (Corona), karena persoalannya kalau semua dirumahkan ada sektor ekonomi yang pasti terganggu. Oleh karena itu, kita terus mendorong bagaimana kita ini memproteksi saja dulu, kita proteksi semua supaya jangan sampai kita kecolongan ada yang masuk bawa virus itu," jelasnya.