Pasien Sembuh Minta Tenaga Kesehatan yang Rawat Pasien Corona Diperhatikan

Kadek Melda Luxiana - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 17:54 WIB
Menkes Terawan umumkan pasien kasus 01-02-03 sembuh (Kadek/detikcom)
Menkes Terawan mengumumkan pasien kasus 01-02-03 sembuh. (Kadek/detikcom)
Jakarta -

Pasien yang sembuh dari virus Corona merasa bersyukur karena tenaga kesehatan yang merawatnya di RSPI Sulianto Saroso bekerja dengan baik. Ia ingin pemerintah memberikan atensi kepada para tenaga medis yang berada di garda depan penanganan virus Corona.

"Saya bersyukur sekali di isolasi di Rumah Sakit Penyakit Infeksi Sulianti Saroso karena, baik dokter, suster, pekerja laboratorium, dan cleaning service sangat membantu kami dan mereka 24 jam siap mendampingi kami," kata pasien tersebut dalam konferensi pers di RSPI Sulianti Saroso, Jakarta Utara, Senin (16/3/2020).

"Dan saya ingin sekali pemerintah memberikan penghargaan, apresiasi, dan insentif untuk mereka yang 24 jam di garda depan," imbuhnya.

Ia memikirkan nasib keluarga para pekerja medis yang terlibat dalam penanganan virus Corona tersebut. Ia kembali meminta perhatian dari pemerintah.

"Masih terus kerja, saya nggak tahu, mungkin 6 bulan atau apa, dan mereka punya famili, punya keluarga, saya mohon perhatian untuk mereka karena mereka luar biasa kerjanya," ujarnya.

Pasien itu juga mengapresiasi sikap yang ditunjukkan tetangga di lingkungan tempat tinggalnya. Ia berterima kasih warga di lingkungannya sangat menerima kehadiran pasien yang sembuh tersebut.

"Sebagai warga Depok, saya ingin bersyukur sekali tinggal di perumahan saya, Studio Alam Indah, Pak RT Teguh Prawiro dan Anis Hidayah, dan semua penduduk saya itu sangat kondusif dan sangat menerima kami dan sangat mengatasi semuanya, saya bersyukur," ujarnya.

Ia pun meminta warga Depok tidak panik. Kepanikan, menurutnya, akan menurunkan daya tahan tubuh dalam menghadapi Corona.

"Dan warga Depok, please, jangan panik, kami semuanya harus tetap bahagia, tetap senang untuk menumbuhkan imun di dalam tubuh. Ini pesan untuk seluruh Indonesia. Ketika kita panik, pasti imun tubuh kita turun. Jangan panik, kita ada Gusti Allah, dan ini kesempatannya kita mendekatkan diri dan tahu bahwa yang punya hidup ini hanyalah satu-satunya Gusti Allah, apa pun agamamu," pungkasnya.

(azr/fjp)