Saddam Tolak Hadiri Persidangan
Rabu, 07 Des 2005 16:53 WIB
Jakarta - Persidangan Saddam Hussein ditunda hari Rabu ini setelah mantan Presiden Irak itu menolak hadir di pengadilan. Sebelumya dalam persidangan yang digelar Selasa (6/12/2005) kemarin, Saddam yang marah mengancam akan memboikot sidang berikutnya.Dan ancaman itu benar-benar dibuktikan bekas orang nomor satu Irak itu. Demikian disampaikan pejabat pengadilan Baghdad seperti diberitakan kantor berita Associated Press, Rabu (7/12/2005).Saat ini para hakim tengah mempertimbangkan solusi untuk menyelesaikan masalah ini. Belum jelas sampai kapan persidangan akan ditunda.Dalam persidangan sebelumnya, Saddam mencetuskan bahwa dirinya telah diperlakukan sewenang-wenang oleh pengadilan yang tidak adil. Saat itu, lima saksi, dua perempuan dan tiga pria menyampaikan kesaksian mereka seputar kekejaman pasukan Irak terhadap warga Syiah pada tahun 1982 silam.Kesaksian paling dramatis datang dari seorang perempuan yang berbicara dari balik tirai abu-abu dan suaranya disamarkan. Dengan suara gemetar menahan tangis, dia menceritakan pemukulan, penyiksaan dan pemerkosaan yang dialaminya saat usianya baru 16 tahun.Di akhir sesi, hakim setuju untuk kembali melanjutkan persidangan hari Rabu ini. Namun Saddam berteriak marah. "Saya tidak akan datang ke pengadilan yang tidak adil ini! Persetan!" serunya.Saddam mengeluh bahwa dirinya dan 7 mantan petinggi Irak yang ikut disidang, benar-benar capek dan jarang diberi kesempatan untuk mandi, latihan atau sekadar merokok. "Ini terorisme," cetus Saddam.Persidangan kasus Saddam telah dimulai sejak 19 Oktober lalu. Selama persidangan, Saddam berulang kali melancarkan konfrontasi dengan pengadilan. Saddam dan lainnya didakwa atas kematian lebih dari 140 warga Syiah sebagai balasan atas percobaan pembunuhan terhadap Saddam di kota Dujail, tahun 1982. Saddam menuding Iran memerintahkan upaya pembunuhan itu.
(ita/)











































