Cegah Corona, Sekolah di Bali Digelar Online-ASN Administrasi Kerja di Rumah

Angga Riza - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 12:25 WIB
Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)
Gubernur Bali I Wayan Koster (Angga Riza/detikcom)
Denpasar -

Gubernur Bali I Wayan Koster mengeluarkan kebijakan kegiatan belajar-mengajar dari TK hingga pendidikan tinggi digelar melalui sistem online. Keputusan ini diambil untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona (COVID-19).

"Mencermati penyebaran COVID-19 di Indonesia dan arahan presiden RI dalam pidatonya, kegiatan belajar-mengajar bagi siswa atau siswi mulai dari TK/PAUD sampai dengan perguruan tinggi agar dilaksanakan di rumah dengan menggunakan media secara daring atau online," kata Koster. Keputusan ini termaktub dalam Surat Edaran Nomor 7194 Tahun 2020 seperti dikutip detikcom, Senin (16/3/2020).

Koster juga memberlakukan kerja di rumah bagi pegawai administrasi pemerintahan. Sedangkan bagi pegawai yang berkaitan dengan pelayanan publik, pejabat struktural, dan pimpinan unit kerja diutamakan berada di kantor.

"Tugas-tugas penyelenggaraan administrasi pemerintah oleh para pegawai diupayakan dilaksanakan di rumah, kecuali yang berkaitan dengan pelayanan publik secara langsung. Yang harus bekerja di kantor diutamakan para pejabat struktural, terutama para pimpinan unit kerja," tambah Koster.

Selain itu, Koster meminta penundaan perjalanan dinas ke luar Bali ataupun luar negeri. Kemudian kegiatan pemerintah yang melibatkan orang dalam jumlah banyak agar dilakukan penundaan dan kegiatan keramaian hiburan yang melibatkan massa agar ditiadakan atau dibatasi.

"Kegiatan perjalanan dinas ke luar daerah Bali dan ke luar negeri agar ditunda kecuali sangat penting dan mendesak, kegiatan-kegiatan pemerintahan dalam jumlah banyak seperti rapat kerja, rapat koordinasi, seminar, kursus dan diklat agar ditunda. Kegiatan-kegiatan keramaian hiburan dan kegiatan lainnya yang melibatkan massa agar ditiadakan atau dibatasi," ungkap Koster.

Pemberlakuan kebijakan ini berlaku mulai hari ini, Senin (16/3), sampai 14 hari ke depan. Koster juga meminta masyarakat tetap tenang dan tidak panik, tidak menyebarkan informasi yang tidak akurat, serta menjaga kesehatan.

(jbr/jbr)