Tentang Salam dan Hukum Jabat Tangan di Tengah Wabah Virus Corona

Puti Yasmin - detikNews
Senin, 16 Mar 2020 11:15 WIB
Cegah Penularan Corona, Negara-Negara Ini Ubah Cara Memberi Salam
Tentang Salam dan Hukum Jabat Tangan/Foto: iStock
Jakarta -

Jabat tangan biasa dilakukan sebagai bentuk salam kepada sesama. Namun saat ini jabat tangan mulai dihindari karena bisa menularkan virus corona.

Menanggapi hal ini, Pemimpin Pondok Pesantren Daarut Tauhid Abdullah Gymnastiar atau Aa Gym ini menjelaskan pada dasarnya jabat tangan merupakan bentuk kebaikan. Hanya saja, saat ini jabat tangan ternyata menjadi salah satu perantara penularasan virus corona.

Oleh karena itu, jabat tangan sebaiknya dihindari. Sebab, dalam ajaran agama Islam menjauhi penyebab keburukan lebih baik dibanding yang mendatangkan kemanfaatan.

"Menjawab salam hukumnya wajib, berjabat tangan adalah tambahan kebaikan. Namun dalam situasi seperti ini ternyata berjabatan tangan bisa menjadi jalan penularan. Maka tidak berjabatan tangan adalah tambahan kebaikan karena dalam Islam menjauhi penyebab keburukan lebih diutamakan daripada yang mendatangkan kemanfaatan," kata Aa Gym kepada detikcom, Senin 16 Maret 2020.

Aa Gym juga mengingatkan agar umat Islam bisa mengucap salam tanpa berjabat tangan. Sebab, salam adalah sunnah dari Nabi Muhammad yang memiliki arti doa keselamatan bagi yang mengucapkan dan yang membalasnya.

"Mengucapkan salam adalah sunnah, kebaikan yang sangat dianjurkan oleh Rasulullah SAW. Ucapan Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatu adalah doa agar diberikan keselamatan, curahan rahmat, kasih sayang Allah dan diberikan kebaikan yang banyak melimpah yaitu keberkahan," sambungnya.

"Mari mengucapkan salam tanpa berjabatan tangan. Allah maha tahu niat dan menyaksikan amal kita. Semoga ini jadi jalan kebaikan bagi kita semua," tutup dia.

Sebagai informasi, virus telah telah menyebar hampir ke seluruh dunia. Di Indonesia sendiri per (15/3/2020) sebanyak 117 orang telah dinyatakan positif virus corona.

(pay/erd)