Minta Listrik Dinyalakan, Warga Rusun Penjaringan Datangi PLN

Minta Listrik Dinyalakan, Warga Rusun Penjaringan Datangi PLN

- detikNews
Rabu, 07 Des 2005 16:00 WIB
Jakarta - Warga Rumah Susun Penjaringan I tidak puas dengan janji PLN untuk menghidupkan kembali aliran listrik setelah mereka membayar tunggakan listrik. Warga menuntut aliran listrik dihidupkan hari ini juga, setelah itu mereka akan membayar tunggakan secara mengangsur.Sekitar 50 warga yang terdiri dari pria dan perempuan mendatangi kantor PLN Bandengan, Jl. Bandengan Utara, Penjaringan, Jakarta Utara, sekitar pukul 14.30 WIB, Rabu (7/12/2005). Setelah itu, sekitar sepuluh warga diperbolehkan masuk ke kantor PLN.Perwakilan warga itu diterima oleh Manager Area PLN Bandengan, Indra. Hingga berita ini dilaporkan pada pukul 15.20 WIB, pertemuan masih berlangsung.Menurut seorang warga yang menunggu di luar pagar kantor PLN, hingga sekarang listrik di empat blok di Rusun Penjaringan yang diputus masih belum dinyalakan. Mereka menuntut listrik dinyalakan hari ini juga. Setelah itu warga berjanji melunasi tunggakan secara mengangsur.Menurut informasi yang dikumpulkan detikcom, tunggakan listrik ini terjadi sejak tahun 2002. Pada saat itu PLN mulai menagih pembayaran listrik kepada warga. Sebelumnya, warga tidak membayar listrik kepada PLN karena sewa listrik termasuk dalam biaya sewa rumah.Warga dibebaskan dari biaya listrik sejak tahun 1987 hingga 1997. Saat itu warga menggunakan listrik sebesar 220 watt yang disubsidi. Tapi sejak 1997, daya listrik ditingkatkan menjadi 450 watt, dan warga diminta untuk membayar kelebihan dari 220 watt yang disubsidi. (gtp/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads