Pemerintah Atur Penundaan UN Gegara Corona

Danu Damarjati - detikNews
Minggu, 15 Mar 2020 17:22 WIB
Sebanyak 401 siswa-siswi SMA N 70 Jakarta pada hari ini Senin (4/4/2016) menggelar Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Karena keterbatasan server dan komputer yang ada dan dimiliki SMA N 70, Ujian dibagi menjadi 3 sesi yakni mulai pagi hingga siang menjelang sore hari. Selama tiga hari ke depan, para siswa dan siswi  SMA sederajat di seluruh Indonesia menyelenggarakan Ujian Nasional secara serempak. (FOTO: Rachman Haryanto/detikcom)
Foto ilustrasi pelajar SMA (Rachman Haryanto/detikcom)
Jakarta -

Virus Corona merebak. Pemerintah akan mengatur penundaan ujian nasional (UN) yang sedianya bakal digelar secara serempak pada Senin (16/3) besok.

"Kemdikbud: pemerintah akan mengatur khusus penundaan UN," demikian bunyi siaran pers resmi Kemdikbud, Minggu (15/3/2020).

Pelaksana Tugas Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Totok Suprayitno, menjelaskan penundaan UN yang diatur hanyalah di daerah terdampak wabah COVID-19.

"Yang akan diatur nantinya terkait jadwal, tempat, moda pelaksanaan, bahan, dan pengolahan hasil UN," kata Totok Suprayitno di Jakarta, Sabtu (14/3), merespons kebijakan Pemprov DKI.

UN sekolah menengah kejuruan (SMK) akan dilaksanakan pada 16 Maret 2020. UNBK jenjang SMA/MA akan dilaksanakan pada 30 Maret nanti. Dilanjutkan, UN untuk pendidikan kesetaraan Paket C pada 4 April mendatang. Sedangkan jenjang SMP/MTs pada 20 April serta Paket B pada 2 Mei.

Penundaan pelaksanaan Ujian Nasional dimungkinkan sesuai dengan prosedur operasional standar (POS) Ujian Nasional 2019/2020 yang diterbitkan BSNP. Jika terjadi peristiwa luar biasa yang berpotensi gagalnya pelaksanaan UN, Penyelenggara dan Panitia UN Tingkat Pusat, dalam hal ini Kemendikbud, akan siap berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait.

"Dalam hal ini, Pemda DKI Jakarta menyatakan wabah COVID-19 sebagai situasi berisiko tinggi setelah mempertimbangkan situasi dan kondisi terkini," ujar Totok.

Pemerintah Tetapkan Penyebaran Virus Corona Jadi Bencana Non-alam:

[Gambas:Video 20detik]



(dnu/asp)