Negatif Corona, Ini Riwayat Penyakit Kepala PPATK Kiagus Ahmad Badaruddin

Muhammad Ilman Nafi'an - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2020 19:22 WIB
Kiagus Ahmad Badaruddin (Dok. Kemenkeu)
Kiagus Ahmad Badaruddin (Foto: dok. Kemenkeu)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi, meninggalnya Kepala Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Kiagus Ahmad Badaruddin bukan karena virus Corona (COVID-19). Meninggalnya Kiagus diduga karena sakit komplikasi yang diderita.

Hal itu diungkap oleh Wakil Kepala PPATK Dian Ediana Rae saat bertakziah ke rumah duka. Menurutnya, Kiagus memiliki penyakit diabetes, jantung, dan ginjal.

"Beliau mengalami sesak napas juga disertai dengan komplikasi penyakit beliau jadi mungkin itu saja. Beliau juga diabetes, jantung, dan ginjal," ujar Dian di rumah duka, Jalan Tebet Timur III, Jakarta Selatan, Sabtu (14/3/2020).



Dian mengatakan Kiagus dibawa ke RS Medistra pada Jumat (6/3) karena demam. "Beliau sebenarnya masuk rumah sakit Jumat minggu lalu sebetulnya karena keluhan demam. Setelah itu, beberapa hari dirawat di Medistra," ucapnya.

Kiagus kemudian dirujuk ke RSUP Persahabatan karena mengalami sesak napas pada Kamis (12/3). Menurutnya, saat di RSUP Persahabatan, Kiagus sempat masuk ke ruang isolasi.

"Pada hari Kamis dipindahkan ke RS Persahabatan karena kebetulan beliau juga mengalami sesak napas," katanya.

Meski demikian, Dian menegaskan, Kiagus meninggal bukan karena terjangkit virus Corona, melainkan penyakit komplikasi.



"Nah, perlu kami sampaikan, walaupun ini dirawat di ruang isolasi di RS Persahabatan, dua kali tes menyebutkan Kiagus Ahmad Badaruddin dinyatakan negatif Corona," katanya.

Kabar terkait meninggalnya Kiagus terjangkit virus Corona pun dibantah oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes). "Saya pastikan negatif (Corona). Sudah diperiksa, jam 14.00 WIB tadi selesai hasilnya," kata Dirjen P2P Kemenkes sekaligus juru bicara pemerintah dalam penanganan virus Corona Achmad Yurianto di Graha BNPB, Jalan Pramuka, Jakarta Timur, Sabtu (14/3).

"Jam 14.00 WIB negatif, bukan COVID," imbuhnya.

(rfs/rfs)