Pemda Dinilai Perlu Umumkan Lokasi Rawan Corona ke Masyarakat

Isal Mawardi - detikNews
Sabtu, 14 Mar 2020 06:45 WIB
Petugas memindahkan mobil ambulans di samping ruang isolasi RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, Sunter, Jakarta Utara, Kamis (5/3/2020). Kementerian Kesehatan menyatakan hingga Kamis 5 Maret ini ada 156 pasien dalam pengawasan virus corona yang tersebar di 35 rumah sakit di 23 provinsi, 2 diantaranya merupakan pasien positif corona yang masih dirawat di RSPI Prof Dr Sulianti Saroso. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/foc.
ilustrasi (Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)
Jakarta -

Pemerintah daerah dinilai perlu mengumumkan ke masyarakat mengenai lokasi rawan Corona. Hal itu dianggap dapat menjadi informasi ke warga untuk berhati-hati mengunjungi tempat-tempat tertentu.

"Cara penyampaiannya harus detil, jelas, jangan bikin panik dan harus cerdas. Tapi kalau bahaya ya bilang bahaya jangan ditutup-tutupi," ujar Peneliti Kebijakan Publik sekaligus dosen Universitas Indonesia, Roy Valiant Salomo ketika dihubungi detikcom, Jumat (13/3/2020).

Namun, Roy meminta agar pemda tidak membeberkan data-data pribadi pasien. Ia juga mengingatkan agar pemda memberikan informasi wilayah yang menjadi sumber wabah corona secara akurat.

Selain itu, Roy juga mengusulkan pemda membuat tracing atau lacak jejak tempat-tempat yang pernah dikunjungi oleh pasien. "Maksudnya mereka diminta untuk berhati-hati, artinya kan itu sebuah peringatan berhati-hati tanpa melakukan tuduhan-tuduhan, tanpa spesifik ke pribadi dan seterusnya," kata Roy.

"Tapi tentu tidak boleh data pribadi, tentu nggak boleh, jadi lokasi yang bahaya dimana dan seterusnya, saya pikir dalam rangka pencegahan sih bagus aja tapi cara penyampaiannya jangan membuat masyarakat panik," lanjutnya.

(isa/knv)