Virus Corona Tak Juga Reda, Imam Masjidil Haram: Tetap Tenang dan Waspada

Rosmha Widiyani - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 18:59 WIB
Ilustrasi virus Corona
Foto: Foto: Dok. NIAID (National Institute of Allergy and Infectious Diseases)/Virus Corona Tak Juga Reda, Imam Masjidil Haram: Tetap Tenang dan Waspada
Jakarta -

Pandemi virus Corona menjadikan dunia makin waspada menghadapi penyakit dengan gejala mirip flu tersebut. Kasus serangan infeksi ini masih ditemukan di berbagai negara, dengan kematian yang terus meningkat.

Terkait infeksi virus Corona, Imam Besar Masjidil Haram Abdul Rahman Ibn Abdul Aziz as-Sudais menyarankan tetap tenang dan waspada. Dia meminta rasa khawatir terhadap infeksi virus Corona jangan sampai melupakan kewajiban pada Allah SWT.

"Kemungkinan meninggal karena virus Corona 1 persen. Kemungkinan meninggal setiap saat adalah 100 persen. Perbarui selalu iman dan rasa takut pada Allah SWT. Siapa saja yang percaya pada Allah SWT akan merasa cukup," tulis Sudais melalui akun Twitter @Dr_Saudais, seperti dilihat detikcom pada Jumat (13/3/2020).

Dalam tweet tersebut, Sudais juga mengingatkan selalu bersikap positif menghadapi wabah virus Corona. Dia mengutip Al-Qur'an surat At-Taubah ayat 51,

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

Arab Latin: Qul lay yuṣībanā illā mā kataballāhu lanā, huwa maulānā wa 'alallāhi falyatawakkalil-mu`minụn

Artinya: Katakanlah: "Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal."

Sebelumnya, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan virus Corona sebagai pandemi karena penyebarannya yang telah mencapai seluruh wilayah di dunia. Infeksi virus Corona atau COVID-19 bisa dicegah dengan selalu mencuci tangan sehingga kebersihannya terjaga, menerapkan pola hidup sehat, dan menutup hidung serta mulut saat batuk atau bersin.

Presiden Jokowi mengatakan pemerintah terus mengupayakan kesiapan dan ketangguhan negara menghadapi pandemi Corona. Meski demikian, Jokowi tak ingin menimbulkan kepanikan di tengah masyarakat.

"Langkah serius kita ambil, tapi juga saya sampaikan di saat yang bersamaan kita tak ingin ciptakan rasa panik dan keresahan. Oleh sebab ini dalam penanganan. Kita harus berupaya keras menanggapi dalam penanganan ini," kata Jokowi.

Sebanyak dua pasien positif Corona di Indonesia meninggal dunia. Menurut Presiden Jokowi, saat ini penyebaran virus Corona tidak mengenal batas negara.

Infeksi virus Corona telah menyebabkan Ka'bah ditutup, sehingga jemaah yang thowaf tak bisa sholat di Hijr Ismail dan mencium Hajar Aswad. Penutupan ini merupakan upaya mencegah penularan virus Corona di antara jemaah.

Tonton juga Video Area Tawaf Ka'bah yang Akhirnya Dibuka Lagi :

[Gambas:Video 20detik]



(row/erd)