Sudah Ada yang IPO, Koperasi Diminta Tingkatkan Citra

Nurcholis Maarif - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 18:10 WIB
Kemenkop
Foto: Dok. Kemenkop
Jakarta -

Kementerian Koperasi dan UKM menekankan pentingnya peran media massa untuk membantu memperbaiki citra dan persepsi publik yang lebih baik terkait koperasi. Apalagi saat ini sudah ada koperasi Indonesia dengan omzet besar yang memberikan kontribusi penting bagi perekonomian rakyat.

"Saat ini misalnya ada dua koperasi yang sudah IPO sejak 2003 melalui obligasi dari bisnisnya dan ada asosiasi koperasi besar dengan 35 anggota yang memiliki omzet sangat besar," kata Staf Khusus Menteri Koperasi Fiki Satari dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2020).

Hal itu diucapkannya dalam acara Orientasi Jurnalis KUKM tahun 2020 dengan tema "Koperasi dan UMKM Penyelamat Ekonomi Indonesia" di auditorium Kemenkop dan UKM. Fiki mengatakan citra dan persepsi publik terkait koperasi harus diperbaiki menjadi lebih baik.

Diungkapkannya, koperasi menjadi badan usaha yang diamanatkan sebagai sokoguru perekonomian bangsa. Koperasi dengan omzet besar ini menjadi bukti bahwa koperasi bisa mendapatkan kepercayaan publik sebagaimana badan usaha lain.

"Kita ingin model untuk mendapatkan dana dari publik melalui bursa saham ini bisa diikuti oleh koperasi yang lain. Kita targetkan minimal lima koperasi yang kita dampingi, kita identifikasi, kita cek kesehatan keuangannya dan persiapan yang lain sehingga ada trust yang lebih bukan hanya koperasi IPO tapi persepsi publik berkenaan dengan koperasi semakin baik," katanya.

Untuk itu, ia menilai pentingnya peran media massa untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap koperasi. Media massa misalnya menjadi instrumen yang efektif untuk menyosialisasikan program Kemenkop dan UKM kepada masyarakat.

Fiki juga mengatakan media adalah salah satu bentuk pengembangan ekonomi melalui koperasi dan UMKM. "Melalui media bisa dinarasikan berita-berita baik sehingga akan memunculkan kreativitas serta akan menimbulkan inspirasi buat Koperasi dan UKM untuk berkembang," ujarnya.

Sementara itu, Plt Deputi bidang Pembiayaan Kemenkop dan UKM Hanung Harimba Rachman mengatakan karena jumlah UMKM sangat besar, maka Kemenkop dan UKM perlu bekerja sama dengan para jurnalis untuk memberikan informasi yang selengkap-lengkapnya kepada masyarakat.

"Diharapkan dapat memberikan kesamaan pandangan tentang Koperasi dan UKM, sehingga masyarakat informasinya lengkap," katanya.

Kemenkop dan UKM, kata dia, juga perlu masukan-masukan dari para jurnalis untuk perbaikan internal. "Kami mengucapkan terima kasih kepada wartawan yang tergabung dalam Forum Wartawan Koperasi (Forwakop) yang telah membantu menyosialisasikan program-program Kemenkop dan UKM kepada masyarakat," ucap Hanung.

Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Utama LLP KUKM Leonard Theo Sabrata sebagai narasumber. Leo mengatakan akan merombak gedung Smesco Indonesia supaya ramah untuk produk-produk koperasi dan UKM dengan tema SPARC Program.

Ini merupakan program komprehensif untuk lebih memajukan koperasi dan UKM dan bisnis yang dijalankan semuanya dengan sistem koperasi. Program ini menggunakan tagline Sinergi, Social, dan Solidaritas.

"Kami sadar dengan anggarannya yang relatif tidak terlalu besar maka harus bersinergi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk membangun Smesco," katanya.

(prf/ega)