Gelar Festival, SMK di Kudus Kenalkan Siswa ke Industri Kreatif

Akfa Nasrulhak - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 22:58 WIB
SMK
Foto: SMK Raden Umar Said
Jakarta -

Dalam menghadapi revolusi industri 4.0, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Raden Umar Said, Kudus, Jawa Tengah, menyiapkan siswa dengan pembekalan beragam materi dari para praktisi berbagai bidang. Para praktisi tersebut antara lain berasal dari seniman, praktisi dunia kreatif, hingga praktisi komunikasi.

Pembekalan yang diikuti ratusan siswa dikemas dalam sebuah event bertajuk Maret Festival (Marfest), dan berlangsung tiga hari sejak 12-14 Maret 2020. Dalam perhelatan yang digelar di SMK Raden Umar Said Kudus yang merupakan salah satu SMK binaan Djarum Foundation ini, dihadirkan berbagai Kelas Inspirasi yang diisi oleh para praktisi industri kreatif.

Menurut Program Associate Djarum Foundation, Galuh Paskamagma, diselenggarakannya Marfest 2020 ini menjadi salah satu upaya untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap bekerja pada Revolusi Industri 4.0. Para siswa diberikan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan yang dimiliki dengan mengikuti Kelas Inspiratif.

"Melalui Kelas Inspiratif ini siswa tidak hanya dibekali teori tetapi juga praktik yang langsung diberikan oleh pemateri yang ahli di bidangnya," ujar Galuh, Jumat (13/3/2020).

Lebih lanjut Galuh menjelaskan, Kelas Inspiratif yang dihadirkan dengan berbagai tema ini bebas diikuti dan dipilih oleh siswa, sesuai dengan minat dan ketertarikannya. Hal ini selaras konsep Merdeka Belajar yang sudah diterapkan di SMK Raden Umar Said Kudus dimana para siswa bebas menentukan materi belajar sesuai dengan ketertarikan siswa.

Gelar Festival, SMK di Kudus Kenalkan Siswa ke Industri KreatifFoto: Akfa Nasrulhak

"Di SMK Raden Umar Said Kudus, penerapan konsep Merdeka Belajar dimulai pada tahun kedua hingga ketiga, sedangkan pada tahun pertama para siswa akan memperoleh pengetahuan umum tentang jurusannya. Konsep Merdeka Belajar ini nantinya akan meningkatkan semangat belajar dan kreativitas siswa karena mereka belajar sesuai dengan passion," tambahnya.

Sementara itu, penggagas Marfest sekaligus praktisi pendidikan, Ita Sembiring mengungkapkan terkadang banyak siswa yang memang punya keahlian bagus, tapi ilmu masyarakatnya kurang. Lantas ia berpikir agar para siswa ini harus dibekali supaya jadi lulusan yang kompeten, terutama di era digital revolusi industri di mana bagi sebagian orang itu ancaman.

"Industri kreatif itu juga harus melahirkan orang-orang kreatif. Nah, dengan adanya acara ini diharapkan murid-murid itu bisa lulus dengan kompeten dalam arti, skillnya ada, ilmu kehidupannya juga ada. Sekarang ini juga pemerintah ada program belajar secara merdeka, kebetulan pas dong. Kemerdekaan itu kan boleh dibilang milik semua orang dan dalam hal apapun kita harus merdeka, belajar dan berkarya, merdeka dalam mendapatkan informasi. Karena itulah kami mengadakan kegiatan seperti ini untuk mengarahkan supaya mereka mendapat informasinya juga yang tepat," jelas Ita.

Salah satu pemateri, CEO Kumata Studio, Daryl Wilson mengatakan saat ini dalam 5 tahun terakhir, industri kreatif, khususnya animasi sangat berkembang di dunia maupun lokal seiring dengan perkembangan dunia digital.

"Nah, event-event kayak gini nih yang bisa menjadi tempat kita bertemu, update informasi. Tapi selain dari event ini pun sebaiknya kita punya program-program pendidikan lain yang harus terus berjalan rutin di waktu sekolah itu berjalan. Contohnya kayak magang, informasi pekerjaan buat lulusan," ujar pria yang juga merupakan Ketua Asosiasi Industri Animasi Indonesia (AINAKI) ini.

Salah satu peserta yang merupakan siswa kelas XII Jurusan Animasi SMK Raden Umar Said Kudus, Achmad Rizki Kurniawan ini mengaku acara ini sangat bermanfaat bagi dirinya. Ia bisa mendapatkan wawasan, informasi dan pengalaman dari para praktisi secara langsung.

"Acara ini bermanfaat sekali, bagi kami siswa jadi dapat referensi dan tahu pengalaman dari mereka. Jadi informasi bagi saya yang sudah kelas tiga nanti terjun ke industrinya sendiri sangat bermanfaat. Tadi yang soal level jenjang karir baru tahu saya, sebelumnya tahu sih cuma belum spesifik seperti ini," ujar Achmad.

Dalam KELAS INSPIRATIF ini, dihadirkan 12 tokoh lintas ilmu dan profesi yang tampil dengan beragam topik kekinian yang begitu erat hubungannya dengan dunia kerja. Para tokoh tersebut antara lain adalah Aulia Marinto (VP Marketing Management IndiHome), Naya Anindita (Sutradara), Butet Kartaredjasa (Pekerja Seni), Bene Dion (Penulis Script), Daryl Wilson (CEO Kumata Studio), Chandra Endroputro (CEO Temotion-Tempo Animation) Aghi Narottama (Komposer Music Film), Mice Cartoon (Komikus) dan sederet nama lain di dunia seni dan kreatif seperti Mahesa Desaga, Eka Adrianie dan Mia Utari. Di Marfest ini juga ditampilkan pameran karya pelajar SMK Raden Umar Said Kudus, penampilan musik dan peragaan busana.

(akn/ega)