Bawazier: Impor Beras Hanya Untungkan Importir & Pejabat

Bawazier: Impor Beras Hanya Untungkan Importir & Pejabat

- detikNews
Rabu, 07 Des 2005 12:16 WIB
Jakarta - Mantan Menkeu Fuad Bawazier mengkritik keras kebijakan impor beras yang ditempuh pemerintah. Menurut Fuad, kebijakan ini hanya menguntungkan pengusaha yang mengimpor beras, pejabat yang mengeluarkan izin, dan pedagang beras impor.Sementara petani, menurut Fuad, justru dirugikan karena masuknya beras impor membuat harga beras di dalam negeri anjlok. "Sekarang harga terpukul karena efek dari impor tadi. Sehingga petani kecewa dan marah," kata tokoh yang sempat disebut akan masuk kabinet hasil reshuffle tapi gagal ini.Fuad, yang ditemui detikcom sebelum menjadi pembicara dalam sebuah diskusi yang mengkritisi kebijakan impor beras di Auditorium Departemen Pertanian, Ragunan, Rabu (7/12/2005), menyatakan kebijakan impor beras juga menurunkan motivasi petani untuk berproduksi dan menciptakan swasembada pangan."Kita dirugikan secara nasional. Makanya SBY harus memulai memikirkan kembali, karena bicara pangan ini bicara ketahanan nasional. Pikirkan kembali penyempurnaan Bulog. Bahwa pangan ini impornya satu tangan saja, semata-mata oleh Bulog," kata Fuad.Fuad menilai kinerja Bulog saat ini cukup bagus. Tapi Bulog perlu direstrukturisasi dengan kewenangan-kewenangan yang lebih jelas. "Untuk barang-barang yang strategis, serahkan pada Bulog. Artinya supaya komitmen, kalau ada surplus dari petani betul-betul dibeli oleh Bulog dengan jaminan petani tidak rugi."Ketakutan PemerintahMenurut Fuad, beras yang diimpor memang tidak banyak, sehingga tidak menyebabkan surplus berlebihan. Sebaliknya, karena tidak kekurangan stok, maka beras impor tidak berpengaruh banyak. Namun ini membuat dampak harga stok pangan yang ada di pasar.Dalam pandangan Fuad, kebijakan impor beras ini ditempuh karena alasan yang sumir. Yaitu ketakutan kalau terjadi kekurangan beras. Padahal Departemen Pertanian sudah menyatakan stok beras cukup dan di pasar tidak ada gejala kekurangan pangan. "Itu cuma orang-orang usil saja yang mendatangkan pasar buru-buru," katanya.Lebih jauh, Fuad mengingatkan kebijakan impor merupakan sumber manipulasi dan KKN. "Impor selalu merupakan sasaran empuk bagi para pejabat atau pengusaha yang mau mencari keuntungan baik legal atau tidak legal. Maka gairah impor itu tinggi, sehingga petani kita yang terdesak," demikian Fuad. (gtp/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini