Belajar Nyetir Otodidak Digugat

Pemilik Kursus Nyetir: Mampu Beli Mobil Harusnya Mampu Kursus Mengemudi

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 15:06 WIB
Ujian Praktik SIM C di Sidoarjo Pakai Sensor Ultrasonic
Ujian SIM (dok.detikcom)
Jakarta -

Pemilik kursus mengemudi, Marcell Kurniawan dan Roslianna Ginting meminta Mahkamah Konstitusi (MK) melarang warga yang otodidak bisa mendapatkan SIM. Menurut mereka, orang yang bisa mampu membeli mobil pribadi seharusny bisa ikut kursus mengemudi yang bersertifikat.

Marcell menyatakan harus dibedakan dua kategori menyetir. Yaitu yang bertujuan untuk kendaraan pribadi dan yang bertujuan untuk kendaraan umum sebagai sopir.

"Ada orang yang belajar mengemudi dengan karena mereka memang mampu atau untuk mengemudikan kendaraan pribadi. Nah, itu tidak bisa dikatakan sebagai orang tidak mampu dan mereka seharusnya bisa (ikut kursus mengemudi-red), gitu kan?" yang dikutip dari risalah sidang MK yang dilansir di websitenya, Jumat (13/3/2020).

Adapun untuk yang ingin mendapatkan SIM dengan tujuan pekerjaan sebagai sopir, maka seharusnya pemerintah memfasilitasinya. Bahkan bila masuk ke program pendidikan kewirausahaan.

"Untuk orang yang tidak mampu yang memang untuk kebutuhan kerja, pemerintah sudah memberikan jalan. Jadi sudah keluar peraturan presidennya soal kartu pra kerja, lalu juga dinas pendidikan sudah ada juga dalam program Indonesia pintar dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui kartu Indonesia pintar, program pendidikan kecakapan kerja, dan program pendidikan kecapakan wirausaha," ujar Marcell.

Seperti diketahui, Marcell Kurniawan dan Roslianna Ginting menggugat UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) ke Mahkamah Konstitusi (MK). Menurut Marcell-Roslinna, frasa 'belajar sendiri' melanggar norma lain di UU tersebut.

"Melanggar Pasal 77 ayat 1 yang menyatakan 'setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib memiliki surat izin mengemudi sesuai dengan jenis kendaraan bermotor yang dikemudikannya," ujar Marcell-Roslinna.

(asp/mae)