Komisi I DPR Minta TNI Dilibatkan Jaga Perbatasan Darat Antisipasi Corona

Nur Azizah Rizki Astuti - detikNews
Jumat, 13 Mar 2020 13:54 WIB
Anggota DPR dari Fraksi Partai Golkar Meutya Hafid
Meutya Hafid (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Komisi I DPR menyoroti pemeriksaan dalam upaya mengantisipasi virus Corona di pintu masuk RI dari darat dan laut. Komisi I menyinggung soal operasi militer selain perang (OMSP) dan meminta TNI dilibatkan untuk menjaga wilayah perbatasan tersebut.

"Kalau di bandara kan kita lihat memang sudah ada penjagaan-penjagaan yang kuat, tapi di batas-batas dari daratan itu apakah sudah ada penjagaan, nah itu yang menurut saya silakan libatkan TNI, karena memang ini sudah bagian dari OMSP," kata Ketua Komisi I DPR Meutya Hafid di Little League, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Jumat (13/3/2020).

Menurut Meutya, TNI bisa menjaga pintu masuk ke Indonesia di perbatasan-perbatasan darat. Ia pun mencontohkan pelibatan militer di sejumlah negara sudah dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran virus Corona ini.

"TNI kita ada di perbatasan-perbatasan dan mereka bisa diperbantukan untuk kemudian ikut mengawal atau menjaga batas-batas wilayah dari transfer manusia atau hilir mudiknya manusia di perbatasan itu," ujar Meutya.

"Kita saya kira belum dengar ada permintaan di perbatasan, mereka ikut menjaga ya. Di beberapa negara ada contohnya di mana mereka (militer) ikut dilibatkan di pintu-pintu masuk negara. Jadi ini menurut saya yang belum maksimal," imbuhnya.

Meutya mengatakan peran TNI sudah cukup baik saat pemulangan WNI yang terkena dampak Corona dari luar negeri serta pemilihan lokasi observasi. Karena itulah, ia meminta peran TNI ditingkatkan untuk menjaga perbatasan.

"Panglima TNI kemarin pergi ke beberapa pulau untuk melihat apakah ini layak untuk dipakai. Tapi untuk menjaga pintu-pintu wilayah perbatasan kita saya rasa ini belum dilakukan secara maksimal. Jadi bisa saja TNI ditugaskan untuk menjaga wilayah-wilayah border kita dari masuknya orang dari luar negeri," tuturnya.

Simak Juga Video 'BIN Prediksi Puncak Wabah Corona Terjadi Saat Bulan Ramadan"

[Gambas:Video 20detik]

(azr/zap)