Pangkalan PLP Tanjung Priok Gelar Operasi Mandiri Awasi Sistem AIS

Reyhan Diandri Ghivarianto - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 20:50 WIB
Pelabuhan Tanjung Priok
Foto: Angga Aliya ZRF/detikcom
Jakarta -

Direktorat Jenderal Perhubungan Laut melalui Pangkalan Penjagaan Laut dan Pantai (PLP) Kelas I Tanjung Priok menggelar operasi mandiri dalam rangka menciptakan pelayaran yang aman dan tertib di wilayah Perairan Indonesia. Kali ini operasi mandiri dilakukan di perairan yang berada di dalam wilayah kerja PLP Kelas I Tanjung Priok, yaitu meliputi Selat Sunda, Teluk Jakarta, Semarang, Pontianak, dan Kumai.

Kepala Pangkalan PLP Kelas I Tanjung Priok Elwin Refindo mengungkapkan operasi mandiri ini bertujuan untuk melakukan persiapan terhadap kewajiban penggunaan Sistem Identifikasi Otomatis atau Automatic Identification System (AIS) untuk kapal di kawasan operasi.

"Kementerian Perhubungan melalui Ditjen Perhubungan Laut telah melakukan persiapan dalam menegakkan kewajiban penggunaan AIS, dan Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) menjadi perangkat hukum yang berwenang untuk memastikan pelaksanaan kewajiban penggunaan dan pengaktifan AIS Kelas B dimaksud," jelas Elwin, dalam keterangan tertulis, Kamis(12/3/2020).

Operasi mandiri ini diberi nama Operasi 205 dan dibuka dengan penyelenggaraan Apel Operasi 205 yang dipimpin oleh Elwin, bertempat di lokasi Dermaga Golden Key Bojonegara, Serang Banten pada hari Rabu (11/3).

Elwin mengungkapkan lebih lanjut, jika fokus target Operasi 205 yang digelar selama tiga hari hingga Jumat (13/3) ini, bertujuan untuk melakukan pengawasan terhadap pengimplementasian AIS Kelas B yang diterapkan pada 20 Februari 2020 dan juga AIS Kelas A yang telah terlebih dahulu diberlakukan sejak 20 Agustus 2019.

Menurut Elwin, seluruh Sumber Daya Manusia (SDM) PLP yang bertugas melakukan penegakkan hukum untuk memastikan pelaksanaan kewajiban pemasangan dan pengaktifan AIS ini sudah dibekali dengan Standar Operasional Prosedur (SOP). Hal itu sesuai dengan Peraturan Direktur Jenderal Perhubungan Laut Nomor KP.176/DJPL/2020 tentang SOP Pengenaan Sanksi atas Pelanggaran Kewajiban Pemasangan dan Pengaktifan Sistem Identifikasi Otomatis bagi Kapal Berbendera Indonesia.

Elwin menambahkan, bahwa Operasi 205 ini juga ditujukan untuk melaksanakan sosialisasi rencana pemberlakuan Traffic Separation Scheme (TSS) di Selat Sunda mulai tanggal 1 Juli 2020 mendatang kepada kapal-kapal yang melintas di wilayah Operasi 205, yakni perairan Selat Sunda, Teluk Jakarta, Semarang, Pontianak dan Kumai. Untuk melaksanakan Operasi 205 ini, pihaknya telah mengerahkan sebanyak delapan Kapal Negara Patroli PLP, yakni KN. Trisula-P.111, KN. Alugara-P.114, KN. Celurit-P.203, KN. Cundrik-P.294, KN. Belati-P.205, KN. Damaru-P.214, KN. Jembio-P.215, KN-P.348.

Elwin menerangkan, bahwa seluruh Personil PLP yang bertugas telah diperintahkan untuk melakukan patroli di Perairan Laut Jawa, Selat Sunda, dan Perairan Kalimantan dan melakukan pembinaan serta penindakan terhadap kapal-kapal yang ditemukan melakukan pelanggaran.

"Seluruh personil kapal telah diperintahkan untuk melaporkan hasil temuan kepada Syahbandar setempat dan Kantor Pusat setiap kurun waktu 24 jam," ujar Elwin.

Elwin menjelaskan, bahwa Pelaksanaan Operasi 205 merupakan wujud nyata eksistensi PLP dalam menjalankan tugas mewujudkan keselamatan dan keamanan pelayaran di perairan Indonesia. Untuk itu ia berpesan kepada seluruh jajarannya agar melaksanakan tugas dengan fokus dan tidak lupa untuk selalu mengutamakan keselamatan kapal dan anggota kapal.

"Jagalah keselamatan dan komunikasi yang baik selama menjalankan tugas. Jika tidak memungkinkan karena keadaan cuaca, jangan memaksakan diri dan segera cari perlindungan karena keselamatan kapal dan anggota kapal adalah yang paling utama," tutupnya.

(prf/ega)