Buka Program Magang, Panasonic sampai Toyota Diskusi Bareng Menaker

Abu Ubaidillah - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 20:36 WIB
Ida Fauziyah
Foto: Kemnaker
Jakarta -

Kementerian Ketenagakerjaan merumuskan kebijakan guna mencegah potensi adanya 348 ribu pekerja yang terkena PHK akibat era industrialisasi 4.0 menurut survey Mc. Kinsey.

Untuk merealisasikan kebijakan guna mengatasi permasalahan tersebut, Kemnaker mengundang Jakarta Japan Club (JJC) di antaranya Kyogi Ueda (Panasonic), Masamichi Tanaka (Toyota), dan Yoshihiro Kobi (Befa) dalam acara Diskusi Terbatas Program Pemagangan dan Job Fair di kantor Kementerian Ketenagakerjaan.

"Kami menyambut positif dukungan para pengusaha Jepang dalam pengembangan sumber daya manusia (SDM) melalui program pemagangan dalam dan luar negeri serta job fair," tutur Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah setelah pertemuan dengan JJC.

Menurut Menaker, program magang pemagangan ini dinilai cukup efektif dalam pengembangan sumber Daya Manusia (SDM). Program pemagangan tersebut akan dimulai dari sektor otomotif terlebih dahulu karena sebagian besar perusahaan Jepang Indonesia beroperasi pada industri otomotif.

"Kita mau mulai dari sektor otomotif karena sebagian besar perusahaan yang masuk dalam JJC adalah perusahaan otomotif. Tapi nanti kita kembangkan di sektor lain," tambahnya.

Ida berpendapat, kerja sama program pemagangan cukup efektif memberikan dampak positif bagi industri/perusahaan, karena perusahaan mendapatkan tenaga terampil dari proses pemagangan tersebut dan perusahaan juga meningkat produktivitasnya.

"Itu salah satu yang ingin kita dorong kepada anggota JJC agar bisa mengembangkan program seperti yang dilakukan Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Karawang, Jawa Barat, " katanya.

Ida mengatakan selama ini Jepang adalah negara yang termasuk sangat mendukung pembangunan SDM, karena Jepang termasuk negara yang memiliki usaha atau industri di Indonesia, di antaranya, bergerak di bidang industri otomotif dan elektronika.

"Kemnaker berharap JJC mendorong ratusan perusahaan Jepang yang ada di Indonesia untuk melaksanakan program pemagangan dalam negeri, yang mengacu pada Permenaker Nomor 36 Tahun 2016, tentang penyelenggaraan pemagangan dalam negeri, " katanya.

Selain itu, sesuai Permenaker Nomor 08 Tahun 2008 tentang Perizinan Pemagangan Luar Negeri, Ida Fauziyah juga mendorong JJC agar menjembatani bagi perusahaan- perusahan yang ada di Jepang melalui Accepting Organization (lembaga penerima peserta pemagangan) untuk menjalin kerja sama dengan LPKS atau sending organization (lembaga pengirim peserta pemagangan ke jepang) yang ada di Indonesia.

Ida Fauziyah juga menginginkan ada pengembangan kewirausahaan mengingat selama ini JJC juga ikut membantu pengembangan wirausaha di Jawa Tengah. "Kita ingin JJC bisa mengembangkan wirausaha di daerah-daerah lain, " katanya.

Pemerintah memiliki kebijakan sumber daya manusia melalui pendidikan vokasi untuk memberi pelatihan kepada masyarakat Indonesia. Kebijakan tersebut bertajuk triple skilling (skilling, up skilling, dan re-skilling).

Target grup skilling bertujuan memberi pelatihan kepada pencari kerja yang belum memiliki keterampilan, target grup skilling ditujukan kepada pekerja yang ingin mengembangkan kompetensinya, sementara target grup re-skilling ditujukan kepada pekerja yang berpotensi terkena PHK.

Dalam kesempatan sama, Masamichi Tanaka, menyatakan komitmennya untuk terus bekerja sama di bidang pemagangan. Bahkan dalam beberapa tahun ke depan, telah disepakati lanjutan kerja sama penambahan kuantitas jumlah peserta pemagangan ke Jepang.

"Perusahaan-perusahaan Jepang sangat puas atas kinerja peserta magang dari Indonesia yang gigih, ramah, dan sangat disiplin," kata Tanaka

(mul/mpr)