Kisah Murni di Barru, Besarkan Putri Terkena Sakit Lumpuh Layuh

Hasrul Nawir - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 20:04 WIB
Murni setia menjaga putrinya yang menderita sakit lumpuh sejak umur 1 tahun 5 bulan (Hasrul Nawir/detikcom)
Murni setia menjaga putrinya yang menderita sakit lumpuh sejak umur 1 tahun 5 bulan. (Hasrul Nawir/detikcom)
Barru -

Adelia (8) sehari-hari terbaring lemah akibat penyakit lumpuh layuh. Sang ibu, Murni (32), mengatakan putrinya sudah lama sakit.

"Adel lahir dengan normal, tapi saat berumur 1 tahun 5 bulan, dia langsung sakit, dan seperti ini, kakinya mengecil dan tidak bisa bergerak," kata Murni saat ditemui di Dusun Dalangpokkoe, Desa Bojo, Kecamatan Mallusetasi, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan (Sulsel), Kamis (12/3/2020).

Murni bercerita dengan mata berkaca-kaca. Namun kasih sayang Murni kepada anak sulungnya itu tidak pernah putus.

Kasih sayang dicurahkan sepenuh hati meski mereka hidup dalam keterbatasan. Bersama Sukriadi (34), Murni membesarkan Adel di rumah panggung nyaris roboh berukuran 3x5 meter di bantaran Sungai Bojo. Sebuah kandang sapi milik tetangga ada di bagian teras rumahnya, membuat lingkungan rumahnya semakin tidak sehat.

Murni dan Sukriadi berjuang keras mencari pengobatan sejak mula Adel terkena penyakit langka. Namun apa daya, pengobatan sang anak akhirnya terhenti sejak 2013.

"Tidak punya, Pak, kalau mau berobat ke Barru, harus dua kali naik angkot, berapa kali bolak-balik, tapi tidak ada perubahan, it upun uang biaya angkot kadang pinjam ke tetangga, karena bapaknya juga banting tulang sebagai nelayan dan kadang jadi buruh bangunan," tuturnya.

Murni setia menjaga putrinya yang menderita lumpuh sejak umur 1 tahun 5 bulan. (Hasrul Nawir/detikcom)

Selain tak bisa memfungsikan kedua kaki dan tangannya, Adel tak mampu berbicara. Namun Adel masih bisa menebar senyum dan tawa kecil saat bermain. Kesedihan yang ada di hati disimpan Murni.

"Saya menangis dalam hati, tapi kesedihan ini cukup saya pendam saja. Saya mau lihat Adel bermain seperti anak seusianya," harap Murni.

Murni mengaku hingga saat ini pemerintah setempat belum memberi bantuan kepadanya. Bahkan, beras untuk rakyat miskin (raskin) yang merupakan program pemerintah daerah belum pernah diterimanya.

"Belum pernah (bantuan Pemerintah Kabupaten Barru datang)," ungkapnya dengan raut wajah sedih.

Meski demikian, Murni masih berharap putri pertamanya itu bisa sembuh dan kembali berjalan seperti anak sebayanya, walau ia tak tahu kapan mukjizat itu akan terjadi.

"Semoga ada mukjizat, yang membuat anak saya bisa seperti anak yang lainnya," tutup dia.

(jbr/jbr)