Dewan Kota Paterson di New Jersey, Amerika Izinkan Azan Pakai Speaker

Rosmha Widiyani - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 19:49 WIB
AI HamduLillah thanks to God of Islam, Arabic alphabet and Koran in hand - holy book of Muslims ( public item of all muslims )
Foto: Getty Images/iStockphoto/meen_na/Dewan Kota Paterson di New Jersey, Amerika Izinkan Azan Pakai Speaker
Jakarta -

Dewan Kota Paterson di New Jersey, Amerika, mengizinkan azan berkumandang menggunakan pengeras suara. Kebijakan ini diambil untuk memberikan kebebasan yang sama untuk semua agama.

"Kami mengizinkan azan berkumandang karena ingin ada kebebasan yang sama untuk semua agama. Dengan ide yang sama, saya menyetujui usul tersebut ketika diajukan," kata presiden dewan kota Maritza Davila dikutip dari Anadolu Agency.

Anggota dewan kota sebelumnya melakukan voting atau pengambilan, antara kelompok yang tidak dan mengizinkan azan. Pengambilan suara, yang dilakukan pada Selasa (10/3/2020) dan dimenangkan kelompok yang membolehkan azan dengan skor 5-4.

Azan boleh dikumandangkan lewat speaker pada pukul 06.00 hingga 22.00. Volume pengeras suara diizinkan maksimal, namun dengan waktu tidak lebih dari lima menit.

Paterson adalah kota ketiga yang membolehkan azan berkumandang dengan pengeras suara. Dua kota sebelumnya adalah Hamtramck yang Dearborn yang terletak di Michigan. Aturan dibolehkannya suara azan berkumandang diusulkan anggota dewan kota Shahin Khalique.

Peraturan ini menjadi amandemen ketentuan yang ada sebelumnya, terkait kontrol suara supaya tidak berisik dan mengganggu lingkungan sekitar. Saat ini, masjid boleh dikumandangkan di masjid Paterson lima kali sehari sesuai waktu sholat wajib. Namun azan tidak boleh menggunakan pengeras suara atau speaker.

Khalique, yang terpilih kembali sebagai anggota dewan pada Mei 2019, berjanji pada pemimpin setempat hendak membuat aturan yang terinspirasi dari Hamtranck di Michigan. Saat mengatakan hal tersebut, Khalique sedang berdiskusi dengan anggota dewan kota lain supaya aturan tersebut bisa disetujui.

Saat ini, sekitar 30 ribu penduduk Paterson adalah muslim. Khalique membentuk citra dirinya sebagai muslim taat di antara pendukungnya, yang kebanyakan merupakan masyarakat Bengali-Amerika. Citra ini sempat rusak, setelah Khalique ketahuan pernah menyetir kendaraan dalam kondisi mabuk. Kasus ini menyebabkan Khalique sempat berurusan dengan polisi negara bagian New Jersey pada 2010.

(row/erd)