Indonesia-Belanda Sepakat Kerja Sama Perkuat Koperasi Pertanian

Nurcholis Maarif - detikNews
Kamis, 12 Mar 2020 19:45 WIB
Kemenkop
Foto: Dok. Kemenkop
Jakarta -

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koperasi dan UKM dan Kerajaan Belanda sepakat bekerja sama memperkuat dan mengembangkan koperasi pertanian. Kerja sama ini juga diyakini bakal menguntungkan sektor UMKM di Indonesia.

Kesepakatan tersebut dihasilkan dalam pertemuan bilateral antara Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dengan delegasi pemerintah Kerajaan Belanda yang dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda Jan-Kees Goet.

Teten mengatakan pihaknya menawarkan kerja sama pengembangan koperasi pertanian Indonesia dengan koperasi agriculture di Belanda. Ia ingin mengadopsi kesuksesan koperasi pertanian Belanda untuk diterapkan di Indonesia. Menurutnya, koperasi pertanian di Belanda telah banyak yang besar dan berkembang pesat. Bahkan telah menjadi salah satu perusahaan besar di dunia.

"Kita tawarkan kerja sama pengembangan koperasi pertanian di Indonesia dengan koperasi pertanian di Belanda. Koperasi pertanian di Belanda besar dan berkembang pesat, bahkan menjadi perusahaan besar. Kita ingin mengadopsi model koperasi Belanda untuk disesuaikan di Indonesia," kata Teten dalam keterangan tertulis, Kamis (12/3/2020).

Teten mengatakan pihaknya mendorong adanya investasi dari koperasi Belanda dengan koperasi Indonesia. Hal ini agar bisa terwujud adanya transfer pengetahuan, inovasi, dan manajemen. Ia mengatakan koperasi Indonesia yang masih kurang berkembang adalah koperasi yang bergerak di sektor riil. Sehingga diharapkan dengan kerja sama itu, maka produksi pertanian Indonesia bisa masuk ke Belanda.

Lebih lanjut Teten menjelaskan delegasi Belanda tertarik dengan kokopit untuk media pertanian di Negeri Kincir Angin tersebut. Sebab isu lingkungan di pasar negara-negara Eropa merupakan isu yang sensitif.

"Mereka tertarik dengan produk kokopit yang ada di Smesco, untuk media pertanian. Tapi kita harus perhatikan bahwa pasar Eropa sensitif dengan isu lingkungan," tambah Teten.

Teten juga mengaku telah menginformasikan hal tersebut kepada Kementerian Luar Negeri (Kemlu), untuk segera ditindaklanjuti menjadi kerja sama bilateral Indonesia dengan Kerajaan Belanda. "Ini akan dijadikan kerja sama bilateral dengan Belanda. Sudah diinformasikan dengan Kemlu," ujarnya.

Sebelum melakukan pertemuan bilateral, Teten mengajak delegasi Kerajaan Belanda untuk melihat produk produk unggulan UMKM Indonesia di Gedung Smesco Indonesia Jakarta. Ia memperkenalkan gedung Smesco sebagai pusat pengembangan UKM di Indonesia, tempat di mana seluruh informasi, fasilitas, dan promosi disediakan bagi UKM dan Koperasi.

"Gedung ini, SMESCO merupakan singkatan dari SMEs and Cooperatives. Kami menyebut tempat ini sebagai The Center of Excellence of SMEs and Cooperatives yang melaksanakan fungsi sebagai pusat pengembangan UKM di Indonesia, tempat di mana seluruh informasi, fasilitas, dan promosi disediakan bagi UKM dan Koperasi," kilahnya.

Ia juga menjelaskan tentang kondisi UMKM di Indonesia. "Berdasarkan data 2018, Indonesia memiliki 64 juta unit usaha mikro, kecil, dan menengah yang merupakan penyumbang 60% PDB negara ini. Dan dalam era digitalisasi, kami fokuskan program pengembangan UKM untuk go global agar mampu melahirkan UKM yang berdaya saing," kata Teten.

Sementara itu, Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda Jan-Kees Goet mengatakan bahwa kerja sama antara Indonesia dan Belanda akan menguntungkan sektor UMKM di Indonesia. Ia juga optimistis, jika kerja sama itu terwujud maka akan membuat UMKM Indonesia lebih berkembang, inovatif, dan akan lebih mudah masuk ke pasar Internasional.

"Kerja sama ini bisa menguntungkan UMKM di Indonesia. UMKM akan bisa berkembang, inovatif, dan masuk ke pasar internasional," tegasnya.

Hadir mendampingi Menkop dan UKM di antaranya Deputi Produksi dan Pemasaran Victoria Simanungkalit, Deputi Pengawasan Suparno, Staf Khusus Menteri bidang Pemberdayaan Ekonomi Kerakyatan Riza Damanik, Direktur Utama SMESCO Leo Sabrata, dan Direktur Utama LPDB Soepomo, CEO Global Dairi alami Insan Mulia Putri General Manager Gabungan koperasi susu Indonesia (GKSI) Yusuf.

Sementara delegasi Belanda dipimpin oleh Wakil Menteri Pertanian, Alam dan Kualitas Pangan Kerajaan Belanda Jan-Kees Goet bersama dengan director general Guido Landheer, agriculture counselor Wouter Verhey dan policy advisor Ana Saleh.

(prf/ega)